Header Ads


Breaking News

KARINA KAS ADAKAN PELATIHAN BAGI TIM RESPON BENCANA PAROKI

 

Salah satu sessi pelatihan bagi Tim Respon Bencana Paroki. (Foto: dok.)

Secara umum, wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah wilayah rawan bencana alam, sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Bahkan ada beberapa paroki di wilayah Keuskupan Agung Semarang yang setiap tahun berpotensi besar terdampak bencana misalnya bencana kekeringan di paroki-paroki area Gunungkidul, bencana banjir di paroki-paroki area Pantura misalnya Pati, dan sebagainya. Sementara itu bencana letusan Gunung Merapi juga mengancam paroki-paroki lingkar Merapi. Belum lagi terdapat bencana laten yang dapat muncul sewaktu-waktu yakni gempa bumi yang dapat mengancam seluruh paroki-paroki di KAS, bahkan seluruh Indonesia.

 Oleh karena itu, setiap paroki di wilayah KAS idealnya memiliki relawan-relawan atau Tim Respon Bencana (TRB). Di KAS, ada beberapa paroki yang sudah memiliki TRB Paroki. TRB Paroki itulah yang menjadi ujung tombak respon bencana ketika terjadi suatu bencana. Tanpa ada TRB paroki, maka dalam mengkoordinir respon bencana alam akan mengalami kendala. Idealnya, TRB paroki adalah orang-orang yang memiliki jiwa kerelawanan yakni mencintai dan mempunyai hati untuk kegiatan kemanusiaan. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah TRB paroki semestinya memiliki pemahaman atau ilmu dan ketrampilan dalam respon bencana, agar respon bencana dapat berjalan efektif, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kebutuhan.

Gereja Keuskupan Agung Semarang memiliki lembaga sosial kemanusiaan yang diberi mandat untuk mengkoordinir aksi sosial kemanusiaan terutama saat terjadi bencana alam, yakni Yayasan KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang). Beberapa respon bencana telah dilaksanakan oleh KARINA KAS termasuk respon bencana pandemi Covid-19 ini. Mengingat banyaknya potensi bencana dan banyak paroki yang belum memiliki TRB, maka KARINA KAS terdorong untuk mendampingi para relawan atau TRB paroki-paroki, agar mereka memiliki pemahaman dan ketrampilan terkait respon bencana.

Maka dari itu, KARINA KAS melaksanakan pelatihan Tim Respon Bencana (TRB) paroki-paroki secara gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu, 16-18 Oktober 2020, pukul 09.00-17.00 WIB, bertempat di Kantor KARINA KAS yakni di Gedung Belarasa, Lt 1, Jl Panuluh 377 A, Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, DIY.

Rama Banu Pr saat menguraikan visi misi KARINAKAS.

Pada kegiatan tersebut para relawan (TRB) mendapat pelatihan standar SPHERE (Standar Internasional dalam Respon Kemanusiaan). Selain itu, mereka juga dapat saling berjumpa secara langsung satu sama lain. Para relawan paroki yang ikut berjumlah 28 orang terdiri dari perwakilan TRB paroki-paroki dari 4 kevikepan di Keuskupan Agung Semarang yakni Kevikepan Semarang, Kevikepan Kedu, Kevikepan Surakarta dan Kevikepan Yogyakarta. Kegiatan juga diikuti oleh para staf KARINA KAS dan relawan KARINA KAS dan difasilitasi oleh KARINA KWI.

Masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan adanya pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dipastikan sehat dan tidak menderita sakit apapun. Harapan dari diadakannya kegiatan ini adalah agar peserta saling berjumpa kembali satu sama lain dan mendapatkan peningkatan kapasitas ilmu kebencanaan khususnya terkait standar SPHERE. Salah satu peserta dari Kevikepan Semarang, Soreng Pati, menyatakan, “Kalau dulu hanya sebatas tahu tentang bencana, sekarang semakin tahu standar dalam tanggap bencana sesuai buku kitab (buku SPHERE).”

Semoga dengan kegiatan ini para relawan juga semakin mengenal dan mencintai panggilan menjadi relawan yakni membantu meringankan beban penderitaan warga yang terdampak bencana alam, menjadi perpanjangan kasih Allah, dan menghadirkan kepedulian serta keterlibatan Gereja Katolik dalam suka duka masyarakat sekitarnya. # Rama Martinus Sutomo Pr (Direktur Yayasan KARINAKAS)


Tidak ada komentar