Header Ads


Breaking News

HARI PANGAN SEDUNIA DI YOGYAKARTA

Rama Vikep Yogyakarta Barat dan Timur beserta tokoh umat menebarkan bibit nila di kolam Omah Paseduluran. (Foto: Warih)

HARI PANGAN SEDUNIA di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Yogyakarta Barat dilaksanakan bertepatan dengan Hari Minggu Misi Sedunia, Minggu (18/10) di Omah Paseduluran, yang menjadi pusat kegiatan tim ketahanan pangan Kevikepan DIY sebelum dimekarkan menjadi dua kevikepan. Perayaan juga disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Paroki Brayut. Perayaan Hari Pangan Sedunia dilakukan dengan Ekaristi pemberkatan bibit dan alat pertanian serta pembagian bibit pepaya kepada paroki-paroki di dua kevikepan tersebut.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rama Alfonsus Rodriques Yudono Suwondo Pr Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat bersama Rama Adrianus Maradiyo Pr  Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur, Ketua PSE DIY Rama Jonathan Billie Cahyo Adi Pr, dan pastor mahasiswa DIY Rama Ferdinandus Effendi Sunur SJ.

Dalam perayaan Ekaristi, Rama Wondo mengatakan bahwa perayaan Hari Pangan Sedunia dan Hari Minggu Misi Sedunia ini mengajak umat untuk menjadi tanda kesaksian Gereja di tengah dunia, terutama di masa pandemi ini umat diajak untuk meneguhkan kembali bagaimana doa, renungan, bantuan material, pemberdayaan, dan kreativitas menjadi peluang untuk ikut serta secara aktif dalam misi Yesus dalam Gereja-Nya.

“Kita tahu misi Gereja adalah Gerakan keluar dari diri sendiri yang oleh Bahasa Sri Paus Fransiskus keluar untuk memar, keluar untuk berlumpur, keluar untuk menjumpai mereka yang merupakan saudara-saudari kita. Dengan demikian Gereja hadir sebagai Sakramen, tanda kehadiran Allah dalam konteks keberadaan kita saat ini untuk bersaksi,” ujar Rama Wondo.

Perayaan Hari Pangan Sedunia yang dirayakan pada masa pandemi memiliki makna yang sungguh mendalam. Di tengah keprihatinan dan situasi yang tidak nyaman, umat diajak untuk saling peduli dan berbagi. Hal ini selaras dengan seruan Konferensi Waligereja Indonesia yang menyerukan gerakan konsumsi makanan sehat, menanam, dan berbagi.

Rama Billie Pr dan Rama Effendi SJ memberkati alat pertanian dan bibit tanaman.

Rama Wondo membahasakan gerakan konsumsi makanan sehat, menanam, dan berbagi dengan tiga kata yaitu gemati, opèn, dan ngopèni. Gemati dimaksudkan sebagai perhatian terhadap kesehatan masing-masing. Hal ini diwujudkan dengan membangun kesadaran bersama seluruh umat dalam diri masing-masing dimulai dari lingkup keluarga untuk bertekun mengonsumsi makanan sehat dengan pembuatan yang alami, tidak melulu dibuat secara instan dan asal saji.

Sedangkan gerakan menanam berarti opèn memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam secara kreatif sehingga dapat menghasilkan sesuatu dan berguna untuk kesehatan psikologis. Gerakan menanam menurut Rama Wondo juga menjadi perwujudan umat sebagai rekan Allah untuk mencipta. Terakhir, gerakan berbagi menjadi ciri khas Gereja yaitu dengan berbagi informasi, berbagi rezeki, dan berbagi pangan. Berbagi ini menjadi wujud syukur atas hasil dari opèn pada alam semesta dan sesama. Dengan ngopèni rasa syukur sekecil apapun bisa menjadi berkah.

 

Bibit Pepaya dan Nila

Dalam Perayaan Ekaristi, dilakukan pemberkatan untuk bibit pepaya yang akan dibagikan kepada umat, peralatan pertanian, dan juga bibit ikan nila yang akan ditebarkan di kolam milik Omah Paseduluran. Nila tersebut ke depan juga akan digunakan untuk kesejahteraan warga sekitar.

Perayaan Hari Pangan Sedunia ini juga disemarakkan dengan bazar makanan dari komunitas Jolali, jual beli online lintas paroki di Kevikepan DIY. Rama Maradiyo berharap perayaan Hari Pangan Sedunia yang berkolaborasi dengan Jolali terus berjalan berkesinambungan sehingga keberadaan paguyuban ketahanan pangan dan Jolali dapat menjadi berkat bagi umat dan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelaksana Lurah Desa Pendowoharjo, Sri Lestari. Ia menyampaikan bahwa perayaan Hari Pangan Sedunia ini merupakan langkah awal untuk menjadi teladan dari umat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ia juga mengapresiasi tindakan nyata yang dibuat oleh umat dalam ikut serta mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi.

Rama Suwondo Pr menyerahkan bibit pepaya kepada Lurah Desa Sri Lestari (kedua kanan) beserta tokoh umat lainnya.

“Semoga langkah awal yang diambil hari ini merupakan langkah awal suri tauladan dari umat untuk mempertahankan, untuk menanam apa yang kita makan, memelihara apa yang kita makan, selanjutnya nanti kalau lebih bisa kita gunakan atau kita jual untuk peningkatan kesejahteraan kita. Baru kali ini ada kegiatan yang benar-benar action wujud nyata. Saya yakin Bapak Ibu menyelenggarakan acara ini sebagai salah satu metode atau cara bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat bisa bertahan apalagi di masa pandemi ini,” ujar Sri Lestari.

Usai perayaan Ekaristi selesai, para Rama melepaskan benih ikan nila di kolam Omah Paseduluran dan membagikan bibit pepaya kepada paroki-paroki yang telah memesan. Bibit pepaya tersebut dibagi dengan ongkos yang murah yaitu seharga Rp 800,00 per bibit sisanya ditanggung dengan dana APP Kevikepan DIY.  # Monica Warih


Tidak ada komentar