Header Ads


Breaking News

Perayaaan 100 Tahun Bruder FIC di Indonesia

BAPA USKUP: Mgr Robertus Rubiyatmoko memimpin misa syukur 100 tahun Bruder FIC di Indonesia, di aula SMA PL Don Bosko Semarang. (Foto: FX Triyas HP)

KEHADIRAN para  Bruder Fratrum Imaculate Consepsionis (FIC) di Indonesia ke-100 tahun, diperingati dengan perayaan syukur. Perayaan Misa dengan konselebran utama Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, Rama Noventius Sandimun Pr dan Paskalis SVD,  dilaksanakan di aula SMA Pangudi Luhur Don Bosko Semarang. Tema perayaan ini ‘Membangun Persekutuan dan Kerasulan’, merupakan bentuk ucapan syukur dalam upaya menjaga warisan para pendahulu. 

Karena di masa pendemi maka Misa Syukur 100 tahun FIC, menyesuaikan protokol kesehatan dengan kehadiran umat maksimal 100 orang. Selanjutnya acara ini disiarkan secara langsung secara live streaming melalui cannel youtube. Undangan pun dibatasi; para bruder lainnya serta warga Yayasan Pangudi Luhur (YPL), dan lembaga pendidikan di bawah naungan bruder FIC mengikuti secara langsung dari rumah.

Dalam surat yang dikirimkan kepada warga YPL, Bruder Martin Handoko FIC mengatakan, seratus tahun yang lalu, tepatnya 20 September 1920, lima bruder FIC dari Negeri Belanda memulai karya misi di Kota Yogyakarta. Mereka itu adalah Br Constantius, Br Lebuinus, Br August, Br Eufratius, dan Br Ivo. Mereka diutus ke Indonesia (Hindia-Belanda) pada waktu itu atas permintaan pimpinan Serikat Yesus Indonesia, untuk membantu mengelola sekolah-sekolah yang sudah didirikan oleh para rama perintis.

Sejak tahun 1920 itulah bruder-bruder FIC hidup dan berkarya khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia. Bruder FIC di Belanda sangat dikenal sebagai bruder guru. Kongregasi Bruder FIC secara umum dikenal sebagai kongregasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kaum muda.

“Karya Pendidikan dan pembinaan merupakan karya utama sejak kongregasi didirikan dan sampai saat ini menjadi salah satu kharisma kongregasi. Di mana pun bruder FIC berada, di situ selalu ada karya pendidikan dan pembinaan,” kata Bruder Kepala YPL Pusat ini.

Uskup Agung Semarang dalam homili berharap jumlah bruder bertambah dari yang ada saat ini 143 bruder FIC. Bruder FIC telah melakukan kerja besar sebagai biarawan dengan semangat para perintis yang mau datang ke Indonesia karena memenuhi panggilan Tuhan dengan semangat kasih. Waktu itu  dari 113 bruder yang mendaftar, terplih lima untuk datang ke tanah misi Indonesia.

Bruder FIC hidupnya sudah tumata (tertata) dengan tetap menerapkan strategi, prospektif dan visioner. Semangat pendiri datang ke Indonesia dengan karya pendidikan. Dengan tiga hal yang diterapkan akan berlangsung terus dan tidak pernah berhenti. “Bruder FIC dapat menjadi komunitas alternatif dibarengi dengan persekutuan dan persaudaraan,” ucap Mgr Rubiyatmoko.

LAUNCHING: Provinsial FIC Bruder Dwiyatno FIC memukul gong tanda meluncuran 6 buku tentang FIC.


Perayaan 100 tahun FIC ini ditandai dengan diluncurkannya (launching) 6 buku oleh provinsial FIC, Br Dwiyatno FIC, dengan pemukulan gong. Buku-buku tersebut adalah Sahabat FIC Sebuah Testimoni, Menjaga dan Merawat Identitas Bruder FIC, novel Jalan Cahaya, Bunga Rampai Keabadian, Peraturan atau Konstitusi Kongregasi FIC dan buku lanjutan Donum Disersum (Crescit Ed Fructificat). # FX Triyas Hadi Prihantoro



1 komentar: