Header Ads


Breaking News

Oma-Oma Tetap Berusaha Gembira Saat Pandemi

 

Para oma Panti Wreda Maria Sudarsih Ambarawa sedang mewarnai sebagai salah satu kegiatan di panti ini. (Foto: Anto)

“Oma-oma masih belum boleh dikunjungi...,” kata  Karina Erika, sekretaris Panti Wreda Maria Sudarsih Ambawara, awal Juni lalu.

Sejak pertengahan Maret 2020, pihak Panti memang tidak bisa menerima tamu berkunjung, termasuk juga para anggota keluarga dari oma-oma penghuni panti. Kebijakan ini untuk memproteksi para penghuni Panti yang sudah sepuh dari kemungkin terkontaminasi virus corona (covid-19).

Awalnya kebijakan proteksi  ini berlaku hingga akhir Maret. Tetapi ketika pandemi covid-19 belum juga  reda, larangan untuk mengunjungi para oma itu pun berlanjut. “Entah sampai kapan. Tergantung pandemi ini dinilai sudah selesai atau belum. Bisa bulan depan, bisa juga sampai akhir tahun,” lanjut Mbak Karin, panggilannya.

Sebagaimana diketahui, orang-orang lanjut usia, anak-anak balita, dan orang yang punya bawaan penyakit tertentu –seperti diabetes melitus, jantung, dan sebagainya—adalah orang-orang yang sangat rentan terinfeksi virus corona itu. Proteksi bagi para penghuni panti, antara lain dengan melarang kunjungan dari luar untuk sementara, merupakan kebijakan terbaik untuk melindungi para penghuni panti.

Panti Wreda Maria Sudarsih adalah salah satu dari beberapa panti untuk para lansia yang dikelola oleh Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS).  Menurut Ketua Unit Pelayanan Panti Wreda Maria Sudarsih, Ibu Yuliana Gogo Aryani, kebijakan itu berlaku untuk semua panti wreda di bawah pengelolaan YSS.

Minggu, Hari Favorit

Selain keluarga dari penghuni panti, ada banyak pihak yang berkenan untuk mengunjungi Panti Wreda Maria Sudarsih. Posisinya yang strategis di Kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa, membuat tempat rehat untuk para oma ini sering mendapat kunjungan. Biasanya mereka berasal dari kelompok-kelompok lingkungan paroki,  persekutuan doa, atau berbagai komunitas lain yang non-agamis, seperti kelompok PKK, Dasa Wisma, atau organisasi perempuan di berbagai  instansi.  Waktu berkunjung terbanyak terjadi pada hari Minggu.

Selain memberikan sumbangan berupa makanan, barang, dan lainnya, para pengunjung kerap kali juga mengajak doa bersama, memberikan pertunjukan dongeng, game, dan sejenisnya, yang pada intinya memberikan suasana gembira bagi para penghuni panti.

Lalu, jika ada kebijakan yang melarang sementara kunjungan dari luar, apakah para penghuni panti menjadi kesepian? Tidak, tentu saja. Karena, pihak panti sejak awal telah merancang sejumlah program untuk para oma penghuninya, selain berdoa bersama. Misalnya, menyusun puzzle, menjodohkan kata, dan berolah raga.

Kegiatan-kegiatan itu, menurut Mbak Karin, dimaksudkan untuk menciptakan suasana gembira, melatih otak untuk mencegah pikun.  # Anto

Tidak ada komentar