Header Ads


Breaking News

Umat Bongsari Arak Patung Maria


PAROKI BONGSARIPerayaan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga yang oleh Keuskupan Agung Semarang ditetapkan pada Minggu 11 Agustus 2019 ini, dirayakan umat Paroki St Theresia Bongsari dengan mengarak patung bunda Maria mengelilingi kompleks gereja: mulai dari taman doa Devosi Maria menuju gedung gereja Bongsari. Prosesi ini diadakan pada hari Sabtu 10 Agustus 2019, pukul 17.30 WIB.
PROSESI: Dimulai dari taman doa Devosi Maria menuju gedung Gereja, umat Bongsari mengarak patung Maria. (Foto: dok.)

Dalam renungan, kepala paroki Rama Eduardus Didik Chahyono SJ mengatakan, "Umat Katolik menghormati Bunda Maria karena Allah sendiri lebih dahulu menghormati Maria. Ketika Malaikat Gabriel menjumpai Maria, Malaikat tersebut menyampaikan Sabda Allah, Salam hai Engkau yang dikaruniai,Tuhan menyertai Engkau. Jangan takut Maria sebab Engkau beroleh anugerah di hadapan Allah’”.
Lanjut Yesuit muda ini, penghormatan terhadap Maria juga ditunjukkan Tuhan Yesus saat peristiwa Perkawinan di Kana. Ketika Bunda Maria meminta Tuhan Yesus menolong keluarga yang kehabisan anggur. Tuhan Yesus berkenan untuk melakukan mukjizatnya yang pertama. Meskipun sebenarnya waktunya belum tiba, namun Tuhan Yesus tetap melaksanakan permintaan Bunda Maria.
“Karenanya, kita sebagai umat Katolik melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh Allah sendiri. Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga merupakan pernyataan keyakinan iman Gereja Katolik bahwa Allah berkenan atas keseluruhan hidup dan karya Bunda Maria sebagai Bunda Sang Juru Selamat. Perjalanan Bunda Maria menyertai Sang Mesias merupakan perjalanan berliku dan penuh tantangan. Namun justru di situlah ditunjukkan iman Maria yang luar biasa taat pada Kehendak Allah. Dengan demikian pantaslah umat Katolik meneladan hidup Bunda Maria dan terus berdoa bersamanya mohon pendampingan dan rahmat Allah," tandas Rama Didik.

Malam Tirakatan
Sementara itu, Jumat 16 Agustus 2019 umat Paroki Bongsari bersama warga RT 03 RW 09 Kelurahan Bojongsalaman mengadakan Malam tirakatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara dihadiri secara bergantian oleh Camat Semarang Barat Heru Sukendar, Lurah Bojongsalaman Anang Budi Prasetya, ketua RW 09 Eli Yudhoyono, ketua RT 03 Agus dan Babinkamtibnas Prasetya.
Indahnya kebersamaan di RT 03 RW 09 tampak dengan kehadiran Rama Eduardus Didik Chahyono SJ Pastor Paroki Bongsari bersama para suster Penyelenggaraan Ilahi. Rama Didik pun berkesempatan membacakan teks Proklamasi dan Teks Pancasila.
Istri ketua RT 03 RW 09 Ibu Agus mengungkapkan, "Semua warga bersukacita mensyukuri kemerdekaan RI yang telah diperjuangkan para pahlawan. Semua bertekad menjaga dan mengisi kemerdekaan RI dengan bersatu padu hidup rukun menanggulangi paham radikalisme dan intoleransi. Semua pihak hendaknya menjaga Indonesia yang berdasarkan Pancasila sebagai rumah bersama yang warganya hidup dalam kebhinekaan." # Elwin


TIRAKATAN: Rama Didik SJ bersama warga RT 03 RW 09 mengadakan tirakatan bersama sambut HUT Kemerdekaan RI.



















TIRAKATAN: Rama Didik SJ bersama warga RT 03 RW 09 mengadakan tirakatan bersama sambut HUT Kemerdekaan RI.



Tidak ada komentar