Header Ads

Breaking News

TAHBISAN IMAM DIOSESAN 2019


Keuskupan Agung Semarang kembali bersukacita atas ditahbiskannya empat diakon menjadi imam oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko pada Jumat (28/6) tepat pada Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus. Keempat imam yang ditahbiskan di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan tersebut adalah  Kristoforus Rhesa Alem Pramudita Pr, Rama Albertus Hesta Hana Wijayanto Pr, Rama Yoseph Didik Mardiyanto Pr, dan Rama Bernardus Himawan Pr.
INTI TAHBISAN: Penumpangan tangan atas para calon imam merupakan inti tahbisan imamat. (Foto: Warih)

MOTTO tahbisan yang diangkat oleh keempat diakon tersebut ialah ‘Cuncta Fecit Bona In Tempore Suo’ yang berarti Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11). Motto tersebut dipilih berdasarkan refleksi keempat diakon yang mengalami pergulatan panggilan yang berbeda-beda.
“Di balik motto tahbisan ini ada suatu cerita dan pergulatan yang panjang. Bahkan kalau boleh dibilang kami berempat ini mungkin yang paling lama ada di seminari. Paling lama saya dan Diakon Didik 14 tahun, Diakon Rhesa 11 tahun, dan Diakon Bernard 9 tahun. Dibalik motto itu, yang kami refleksikan bersama adalah bahwa kami selama menjalani formation calon imam ini, kami mengalami pergulatan dan itu semua terangkum dalam waktu. Selama kurun waktu itu, dalam perjalanan panggilan kami banyak mengalami jatuh bangun. Contohnya saya, yang mengalami ujian skripsi dua kali mungkin cuma saya, yang mengalami TOP dua tahun juga mungkin cuma saya,” ucap Rama Bertus dalam homili sebelum ditahbiskan.
LITANI: Sambil bertelungkup, Bapa Uskup dan para calon imam memohon mendoakan Litani Para Kudus.
“Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Pengalaman masa lalu yang terasa pahit, yang terasa menggetarkan, yang kadang-kadang menimbulkan keragu-raguan, yang kadang-kadang menimbulkan keputusasaan, hari ini mereka yakini sebagai rahmat yang berlimpah,” ujar Mgr Rubiyatmoko.

Pada akhir Ekaristi, Vikaris Jendral KAS, Rama YR Edy Purwanto Pr mengumumkan penugasan bagi para neomis dan beberapa rama dan frater yang diutus studi maupun tugas misi di luar Keuskupan Agung Semarang. Rama Bernard diutus menjadi vikaris parokial di Paroki St Yusup Bintaran, Rama Didik menjadi vikaris parokial di Paroki Randusari Katedral Semarang, Rama Bertus diutus ke Paroki Kebon Arum, dan Rama Rhesa diutus menjadi vikaris parokial di Paroki Promasan. #
Warih


RESTU: Para calon imam memohon restu para orangtua.
BERKAT PERDANA: Para Neomis (Imam Baru) mengulurkan dan memberikan berkat perdana.



Tidak ada komentar