Header Ads

Breaking News

Sakit Ikut Misa Online, Bolehkah?


Rama pengasuh iman terkasih, dalam perayaan Trihari Suci atau perayaan Paskah yang lalu di beberapa gereja besar dengan jumlah umat yang banyak, menggunakan layar LCD supaya umat di luar gedung gereja dapat mengikuti perayaan tersebut. Dan umat yang mengikuti lewat layar LCD  itu tentunya sah dan boleh menerima komuni. Pertanyaan saya, apakah sah dan boleh bila seseorang karena sakit mengikuti perayaan (misa) tersebut di rumah melalui media online atau live streaming?

Stefanus
Semarang


SAUDARA Stefanus di Semarang dan seluruh pembaca Salam Damai yang saya hormati.
Terkait dengan perayaan Ekaristi yang diikuti melalui monitor, ini bisa dibedakan menjadi dua koteks umat yang mengikutinya. Pertama, situasi umat yang hadir ke gereja untuk mengikuti misa tetapi sudah tidak kebagian tempat duduk/bangku. Kedua, umat yang sakit dan tidak bisa pergi ke gereja.
Bagi umat yang sehat dan dalam kondisi wajar,  mengikuti acara Misa yang ditayangkan di TV atau mendengarkan siaran misa di Radio bukan merupakan pengganti Misa bagi yang tidak mengikuti Misa di gereja. Mengikuti  perayaan Ekaristi dengan cara atau sikap  seperti itu adalah Spiritual Communion (Komuni batin/rohani) dan hal ini tidak dapat menggantikan kesempurnaan penerimaan Komuni secara nyata, yaitu dengan menyambut Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan Kristus dalam Ekaristi.
Kehadiran Yesus secara nyata dalam rupa roti dan anggur juga mensyaratkan tanggapan nyata dari Gereja-Nya dengan menyambutnya juga secara nyata, tentu bagi yang tidak terhalang untuk melakukannya (yang tidak dalam keadaan berdosa berat). Komuni kudus ini tidak dapat digantikan, ataupun direduksi menjadi Komuni spiritual melalui siaran Misa di TV atau Radio.
Lain halnya dengan orang-orang sakit, terisolir hidupnya, bencana alam, tayangan streaming misa, baik live maupun rekaman diadakan sebagai tawaran bagi mereka yang karena satu dan lain hal (misalnya karena sakit, sedang terjadi bencana alam, contohnya banjir, akses ke gereja sulit/hujan abu) sehingga tidak dapat menghadiri Misa Kudus, agar mereka tetap dapat berpartisipasi dengan cara tertentu dalam perayaan Ekaristi yang diadakan dalam komunitas.
Dan bagaimana dengan misa pada saat Paskah atau Natal dimana umat mengikuti misa lewat tayangan TV di gedung yang bersebelahan dengan gereja misalnya di aula paroki atau halaman gereja? Konteksnya adalah tindakan misa itu dilaksanakan masih  dalam satu kompleks gereja; dengan sehati dan sesuara bersama seluruh umat hadir bersama-sama berkumpul, situasinya pun darurat, karena terbatasnya gedung gereja, kalau gedung gereja memadai hal tersebut tidak perlu dilakukan. Berkah Dalem. #




Tidak ada komentar