Header Ads


Breaking News

Mgr Rubiyatmoko Menahbiskan Dua Imam: MSF dan OCD


MGR Rubiyatmoko menahbiskan dua diakon menjadi imam pada Selasa (16/7) di Gereja Keluarga Kudus Banteng. Kedua imam tersebut ialah Rama Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF dari kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan Rama Bonaventuran Agung Pribadi OCD dari 
Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD).

NEOMIS: Kedua neomis (imam baru) diabadikan oleh juru potret usai upacara tahbisan imam. (Foto: dok.)
      Kedua diakon yang akan ditahbiskan tersebut sudah berumur karena mereka menanggapi panggilan Tuhan ketika sudah bekerja dan sudah kuliah. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk menanggapi panggilan Tuhan. Mgr Rubiyatmoko mengatakan bahwa panggilan merupakan rahmat dan anugerah yang luar biasa dari Tuhan.
        “Mau seperti apapun ketika Tuhan memanggil, orang akan tergerak dan orang akan mencarinya dan akan mencoba untuk menjawabnya dengan sepenuh hati. Meskipun dari pengalaman kedua diakon ini begitu banyak pergulatan, tantangan, bahkan mengalami keragu-raguan, kebimbangan, namun satu keyakinan yang tumbuh dalam diri mereka adalah bahwa Tuhan yang memanggil, Dia yang akan bekerja. Dia yang memanggil, Dia yang akan menyelesaikan semuanya,” ujar Mgr Rubiyatmoko dalam homili.
         Mgr Rubiyatmoko juga mengatakan bahwa bacaan pertama yang dipilih oleh kedua diakon, yaitu dari Surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (12:1-10) menggambarkan kedua diakon yang merasa diri penuh banyak kekurangan, kelemahan, tetapi dikuatkan oleh Tuhan. Seperti yang diungkapkan Paulus, bagaimana ia bergembira, bersukacita karena dalam kelemahan itu justru nampaklah kesempurnaan kasih Allah dalam dirinya.
        Bacaan tersebut juga menjadi motto atau tema tahbisan yang diambil oleh kedua rama ini. “Kami menyadari bahwa kami adalah pribadi-pribadi yang tidak sempurna. Maka kami menyadari bahwa panggilan kami yang manusiawi tetapi juga skaligus Tuhan yang menuntun kami. Maka kami mengambil tema ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu’,” ujar Rama FA Eko Hadi Nugroho MSF.
         Mgr Rubiyatmoko menegaskan bahwa program paling utama dari seorang imam adalah menjadi seorang gembala yang total, yang berdedikasi, yang tulus dengan sepenuh hati sebagaimana Yesus Kristus, Sang Gembala Utama, yang memberikan nyawa-Nya, mencari dan menyelamatkan sampai mati di kayu salib demi yang dilayani-Nya. Kerendahan hati di hadapan Tuhan dan kepercayaan akan karya penyelamatan Allah menjadi kunci utama untuk bisa melayani dengan sepenuh hati.
       “Sebagai seorang imam, mencoba untuk senantiasa kembali kepada Yesus, kembali kepada Ia yang memanggil. Apalagi ketika menghadapi kesulitan, tantangan-tantangan yang tidak mudah, mencoba untuk senantiasa membangun intimitas, kedekatan dengan Yesus karena itulah yang menjadi sumber kekuatan, inspirasi, dan semangat dalam pelayanan menjadi gembala yang baik,” pesan Mgr Rubiyatmoko. # Monica Warih

Tidak ada komentar