Header Ads


Breaking News

Kristina Erika: Guru Era Digital Harus Kreatif


PENGALAMAN mengajar di Sekolah Minggu membuat Kristina Erika bercita-cita menjadi guru. Cita-cita itu tak pudar meski Erika sudah bekerja sebagai staf keuangan di Yayasan Marsudirini Bangkong, Semarang. Sembari bekerja, nona kelahiran Semarang, 2 Juni 1992 ini kuliah di jurusan Pendidikan Ekonomi IKIP Veteran Semarang.
Tahun lalu, Erika berhasil mewujudkan cita-citanya. Pengagum St Klara ini menjadi guru ekonomi di almamaternya, SMA Sedes Sapientiae Semarang. Sebagai guru muda yang usianya tak jauh berbeda dengan para siswanya, Erika berusaha membuat proses belajar di kelas seperti belajar kelompok.
“Saya menjelaskan materi, para siswa mendengarkan. Lalu kami berdiskusi bersama-sama. Di lain waktu ketika mereka bicara (bertanya/presentasi) giliran saya yang mendengarkan. Dengan cara inilah, mereka belajar  mendengarkan dan menghargai orang yang sedang berbicara,” kisah buah hati pasangan Yohanes Gunarto dan Yohana Daryati ini.
             Seorang guru SMA, pandang Erika, haruslah mempunyai pandangan positif terhadap generasi milenial. Guru zaman digital dituntut belajar lebih kreatif dalam menyampaikan materi seperti penggunaan video yang mendukung materi, pemberian tugas-tugas yang berbasis penggunaan media. Guru harus tetap mengikuti perkembangan teknologi sehingga tidak tertinggal dengan para siswanya.
“Saya bersyukur memiliki beberapa talenta, dan tugas saya menggunakan talenta itu dengan melayani mereka yang membutuhkan. Pelayanan di Gereja adalah kesempatan bagi saya untuk mewujudkan rasa syukur saya,” ujar aktivis Gereja Keluarga Kudus Atmodirono, Semarang yang sedang belajar gamelan di parokinya ini. # Ivonne Suryanto

Tidak ada komentar