Header Ads

Breaking News

Gusdurian Bukber di Gereja Atmodirono


GERAKAN-GERAKAN intoleran harus dilawan dengan toleransi. Karenanya Rm Petrus Santoso Pancaprasetyo MSF sebagai kepala Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang membuka diri ketika kelompok Gusdurian Semarang menawarkan kerjasama, dalam hal ini acara Bedah Buku dan Buka Puasa yang diselenggarakan hari Selasa (21/5).
NARASUMBER: Rama Santoso (kiri), Anwar, dan Mawahib (kanan) sebagai narasumber. (Foto: Eiwin)

Acara ini dihadiri oleh 70-an kaum ini terdiri OMK, pemuda lintas agama, dan anggota Gusdurian. Buku yang dibedah berjudul ‘Berislam di Era Milenial’. Ada tiga narasumber: Rm Santoso, Muhamad Zainal Mawahib, dan Khoirul Anwar (penulis).
Penulis buku ini Khoilrul Anwar menjelaskan latar belakang penulisan buku ini. Menurutnya, keberislaman yang ramai itu di media sosial itu banyak digerakkan oleh orang-orang yang lahir pada tahun 80an ke atas atau disebut generasi milenial. 
Sementara itu, Mawahib mengulas tentang ciri generasi milenial yang memiliki kebiasaan membaca tulisan yang pendek-pendek. Karenanya dibutuhkan buku dengan ulasan yang pendek singkat dan jelas.
Rm Santosa mengupas bedah buku ini dari pandangan non-muslim. Buku ini baik juga dibaca oleh siapapun, termasuk yang non-muslim, supaya semakin mengerti tentang islam yang benar. Bahkan tersirat rumusan 100% muslim 100% Indonesia.
Rm Santoso berharap, dengan kegiatan ini OMK tidak takut untuk bergaul sesama di luar Gereja. Sebaliknya menjadikan mereka sebagai saudara. Kegiatan OMK dan Gusdurian yang akan dilakukan awalnya bersifat ringan seperti badminton dan futsal bersama.
Kegiatan ini dipuncaki dengan buka bersama ketika azan magrib berkumandan. # Elwin
BUKBER: Anggota Gusdurian Buka Bersama atau bukber di Gereja Atmodirono. 

Tidak ada komentar