Header Ads


Breaking News

Sarasehan: St Yusuf Teladan dan Pelindung Keluarga


Santo Yusuf adalah teladan sekaligus pelindung bagi keluarga. Demikian ditegaskan Rama Petrus Sunu Hardiyanto SJ di hadapan 150 peserta sarasehan St Yusuf, di Gedung Bintang Laut, Gereja St Yusuf, Gedangan Semarang, Jumat (22/3). Sarasehan ini diselenggarakan dalam rangka pesta nama Gereja St Yusuf yang peringatannya jatuh pada tanggal 19 Maret.

KEPALA KELUARGA: Di hadapan 150 peserta sarasehan, Rama Sunu SJ mengatakan bahwa St Yusuf adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab. (Foto: Elwn)

PROVINSIAL SJ ini mengungkapkan, kisah Yusuf membawa bayi Yesus dan Maria ke Mesir dalam Injil Matius (2:13-15) merupakan salah satu bukti bahwa Bapa Yusuf adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Rama Sunu juga meyakini bahwa sebagaimana bapak pada umumnya, St Yusuf juga bercanda dengan Yesus waktu kecil atau mengajak Yesus menggembalakan domba, serta mengajari Yesus sebagai tukang kayu. Peristiwa-peristiwa ini ditunjukkan oleh Rama Sunu dalam gambar-gambar ilustrasi dimana Bapa Yusuf menggendong Yesus kecil, mengajari Yesus menggembalakan domba, maupun membagikan ilmu pertukangan kepada Yesus.
Dalam sarasehan ini peserta diajak Rama Sunu untuk sharing tentang sikap atau kebiasaan yang peserta yang diturunkan dari orangtua atau kakek-nenek. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok dan hasilnya dipleno bersama-sama. Dan ada beragam sikap dan kebiasaan yang dialami peserta.
Menurut Rama Sunu, sikap atau kebiasaan yang diturunkan dari orangtua atau kakek-nenek ini diturunkan dalam ruang batin masing-masing pribadi. Bila yang diturunkan baik, anak akan menjadi baik; sebaliknya bila buruk, anak akan menjadi buruk.
“Dan bila Yesus memiliki keutamaan-keutamaan yang baik, kiranya dapat dipastikan bahwa itu diturunkan atau dicontoh dari Bapa Yusuf dan Ibu Maria. Yusuf dan Maria memberikan ruang batin yang baik kepada kanak-kanak Yesus,” ucapnya.
Bila menilik dari perjalanan hidup Bapa Yusuf dan Ibu Maria, keduanya adalah pribadi-pribadi yang berani menanggapi panggilan Allah. Maria menanggapi panggilan Allah dalam perjumpaan dengan malaikat Gabriel: ‘Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu’. Sedangkan Yusuf menanggapi panggilan Allah setelah berjumpa dengan-Nya dalam mimpi: ‘Yusuf melakukan apa yang dikatakan malaikat kepadanya’. “Peziarahan iman Maria bertemu dengan peziarahan iman Yusuf. Keduanya menunjukkan ketaatannya kepada misteri yang sama,” ucap Rama Sunu.
Selanjutnya Rama Sunu juga menyampaikan ajaran-ajaran Bapa Suci mengenai St Yusuf. Paus Benediktus XV menyebut St Yusuf sebagai pelindung kekudusan. Paus Pius XII memberi gelar St Yusuf sebagai pelindung Gereja terhadap komunisme. Paus Yohanes XXIII menetapkan St Yusuf sebagai pelindung Konsili Vatikan II. Dan Paus Yohanes Paulus II menggelari St Yusuf sebagai Penjaga Sang Penebus (Redemptoris Custos). # Elwin

Tidak ada komentar