Header Ads


Breaking News

Anakku Suka Membantah


Elizabeth Wahyu Margareth Indira, M.Pd.,Psi.
Psikolog dan Praktisi Pendidikan Anak
Psikolog Pelangi Kasih-Yayasan Pangudi Luhur


Bu Elizabeth terkasih, saya mempunyai anak kelas 2 SD, Dodo namanya. Sejak TK hingga kelas 2 SD saya selalu mengantarkannya ke sekolah. Namun ketika dirasa sudah dapat mandiri, awal kelas 2 SD saya minta tolong saudara untuk antar-jemput Dodo. Karena saya sendiri menerima tawaran kerja dari teman; lumayan untuk menambah income bulanan. Saya kerja dari pagi sampai petang. Setelah berjalan 4 bulan, saya merasakan ada perubahan sikap dari Dodo. Ia yang dulunya anak penurut, sekarang kerap membandel dan cenderung membantah apa yang saya ucapkan. Menurut gurunya, Dodo biasa saja di kelas. Saya berpikir, apakah ini gara-gara saya sekarang tidak lagi mengantar dia? Mohon nasihat Bu Elizabeth. Terima kasih.

Susana – Surakarta


BU Susana terkasih, dilema ibu yang bekerja memang sering menghadapi kesulitan dalam mengatur waktu pengasuhan anak. Sebenarnya banyak hal positif  yang akan diperoleh anak, misalnya anak Anda akan mengetahui bahwa kedua orangtuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga bila anak diberi pengertian maka harapannya ia akan lebih menghargai kerja keras orangtua. Anak yang ditinggal ibu bekerja juga akan lebih mandiri, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan melatih tanggung jawab.
Hal positif di atas tentunya memerlukan proses panjang dan berkesinambungan. Namun bila ibu merasa bersalah lalu menebusnya dengan memanjakan anak, tentu perilaku positif yang diharapkan akan sulit tercapai. Jadi perilaku anak tergantung juga dengan sikap orangtua dalam mengelola pengasuhan dan memberikan pengertian pada anak.
Keinginan Bu Susana untuk menambah income keluarga saat ini tentu dapat dimakhlumi. Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah adanya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh Dodo. Tentu ia membutuhkan waktu untuk dapat beradaptasi dengan perubahan situasi dalam keluarga. Dodo yang biasanya diantar jemput oleh ibu dan ada ibu saat ia sedang di rumah, tiba-tiba harus dijemput orang lain. Saya juga belum tahu apakah setelah di rumah Dodo sendiri saja atau ada yang menemani.
Bagi anak seusia Dodo tentunya bukan hal mudah. Bentuk protesnya yaitu ia yang dulunya anak penurut, sekarang kerap membandel dan cenderung membantah apa yang Bu Susana ucapkan. Bila perilaku tersebut hanya dilakukan di rumah sedangkan di sekolah ia tidak menunjukkan perilaku membangkang maka kemungkinan penyebabnya adalah situasi di rumah.
Anda perlu membicarakan hal ini dengan suami juga. Perlu kesepakatan apakah memang Anda perlu bekerja atau tidak. Alasan Anda bekerja apakah hanya untuk menambah income ataukah ada alasan lain. Misalnya untuk aktualisasi diri, mengembangkan kemampuan yang anda miliki atau ada hal lain yang mempunyai nilai penting bagi anda.
Tidak masalah bila kedua orangtua bekerja dari pagi hingga sore, namun ada beberapa saran dari saya yang dapat anda lakukan agar perilaku anak dapat lebih terarah. Pertama, coba minta pendapat anak dan hargai perasaannya. Jelaskan pada anak tentang pekerjaan dan kesibukan yang dilakukan kedua orangtua. Kedua, meskipun anda bekerja pastikan dengan siapa Dodo saat ditinggal, apakah dengan pengasuh, anggota keluarga lainnya atau di daycare. Usahakan Bu Susana tetap menontrol Dodo di sela-sela kesibukan bekerja.
Ketiga, bekerja sama lah dengan suami dalam pengasuhan anak. Bagi tugas dan buat kesepakatan dengan suami untuk dapat memberikan quality time bagi Dodo. Sesekali anda atau suami dapat mengatar ke sekolah sambil anda berangkat bekerja, atau menjemput bila waktunya memungkinkan. Keempat, ajarkan Dodo untuk lebih mandiri lagi, sehingga meskipun di tinggal kedua orangtua bekerja namun hal-hal yang sekiranya dapat dilakukan sendiri dan tidak membahayakan anak dapat dilakukan sendiri oleh Dodo.
Semoga dengan pendekatan dan komunikasi yang baik antara kedua orangtua dan ananda terkasih dapat membantu Dodo untuk melewati proses adaptasi dan menjadikan Dodo anak yang mandiri, menyampaikan perasaannya dengan baik sehingga keluarga anda pun semakin harmonis. Berkah Dalem. #

Tidak ada komentar