Header Ads


Breaking News

Wawan Hati Bapa Uskup di Kevikepan Kedu

PENEGUHAN: Di hadapan rama dan pengurus Dewan Paroki, Bapa Uskup memberikan peneguhan atas pelayanan para pelayan umat. (Foto: Anton W)

USAI ditahbiskan menjadi Uskup Agung KAS pada tanggal 19 Mei 2017, Mgr Robertus Rubiyatmoko banyak berkeliling paroki-paroki menyapa umat dan melayani berbagai kelompok. Dalam pelayanan tersebut, Uskup Agung dibantu oleh para pastor dan pengurus Dewan Paroki yang menjadi rekan kerja pastor dalam mengembangkan reksa pastoral di paroki masing-masing.
Mengingat pentingnya peranan mitra ini, maka Bapak Uskup perlu menyapa para pelayan umat dalam acara Wawan Hati dengan para Pastor, pengurus Dewan Paroki, serta biarawan-biarawati se-Kevikepan Kedu di Gedung Pelayanan Pastoral (GPP) St Ignatius Magelang, Minggu (17/2).
Selain untuk meneguhkan panggilan, wawan hati yang diikuti 125 orang ini juga dimaksudkan agar para pelayan umat di Kevikepan Kedu mengerti dan memahami gagasan reksa pastoral Keuskupan Agung Semarang yang dikembangkan sesuai dengan RIKAS serta penerapan Kevikepan sebagai pusat kegiatan pastoral.
Dalam pengantar, Vikep Kedu Rama Alexius Dwi Aryanto Pr menyampaikan, terkait Kevikepan sebagai pusat pastoral, fokus, lokus dan subyek pastoral tetap ada di paroki karena yang banyak melakukan kegiatan di paroki, sedangkan di kevikepan terkait dengan hal-hal animasi dan sebagainya. “Wawan hati dengan Uskup Agung ini untuk meneguhkan perutusan para pelayan umat untuk mengembangkan reksa pastoral di Kevikepan Kedu pada umumnya, serta di Paroki dan tempat karya pada khususnya,” ucap Rama Vikep.
Dalam peneguhan, Mgr Rubi mengungkapkan bahwa setiap umat yang telah dibaptis memiliki konsekuensi terlibat dalam 3 tugas Kristus, yakni menyucikan, mewartakan dan memimpin atau menggembalakan. Pelaksanaannya sesuai dengan situasi, kondisi dan status masing-masing.
“Maka panggilan menjadi anggota Dewan Pastoral Paroki mengalir dari status kita sebagai orang yang telah dibaptis. Keterlibatan para awam dalam reksa pastoral yang bergerak di tengah masyarakat ini membuat Gereja bisa dikenal dengan baik,” teguh Bapa Uskup.

Reksa Pastoral 2019
Terkait fokus reksa pastoral tahun 2019, yakni umat Allah di KAS mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural, diharapkan anggota Dewan Paroki bisa menjalin relasi dengan pemerintah setempat baik tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan dan seterusnya. 
“Relasi dekat ini diharapkan bisa mempengaruhi kebijakan agar bermanfaat bagi masyarakat umum tidak hanya sekelompok golongan saja. Selain itu, anggota DP diharapkan berani mengambil sikap tegas terhadap ketidakadilan, kritis terhadap kebijakan publik dan praksis-praksis pemerintahan yang tidak baik,” papar Monsinyur.
Terkait Kevikepan sebagai pusat pastoral, sejak 1 Juni 2018, Vikep teritorial dan kategorial di KAS diberi peran optimal untuk memikirkan, merancang, memutuskan dan melaksanakan reksa pastoral  di wilayah masing-masing dalam konteks Gereja KAS. Hal ini agar pelayanan di KAS semakin optimal dan semakin melibatkan banyak orang. Rama Vikep dengan komisi-komisi akan menjabarkan dan menjalankan program kerja di KAS dengan kelonggaran untuk memunculkan dan mengadopsi kekhasan masing-masing kevikepan. Maka program kerja di paroki-paroki diharapkan tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan di Kevikepan dan KAS.  # Anton Wijayanto


 Caption
PENEGUHAN: Di hadapan rama dan pengurus Dewan Paroki, Bapa Uskup memberikan peneguhan atas pelayanan para pelayan umat. (Foto: Anton W)

Tidak ada komentar