Header Ads


Breaking News

Pindah Gereja supaya bisa nikah lagi


Pindah Gereja Supaya Bisa Nikah Lagi

Rama Yeremias terhormat. Saya mempunyai teman seorang duda katolik (31 th) yang telah menjalin hubungan dengan seorang janda katolik (32 th). Mereka berdua menyadari tidak akan bisa menikah lagi di Gereja Katolik. Teman saya bertanya kepada saya, bagaimana jika dia dan calonnya pindah di Gereja Protestan supaya bisa menikah di sana. Pertanyaan saya, apakah hanya ini jalannya supaya mereka bisa menikah, Rama? Adakah jalan lain? Terima kasih Rama. Berkah Dalem.

Alexandra - Yogyakarta

ALEXANDRA yang baik, terima kasih atas kesediaanmu meneruskan pertanyaan teman Anda melalui ruang konsultasi keluarga ini. Sayang sekali, surat anda cukup singkat dan tidak banyak informasi penting yang disertakan, sehingga menimbulkan banyak tanda tanya. Misalnya, status duda yang disandang temanmu itu karena kematian pasangannya atau karena perceraian secara sipil. Demikian juga dengan status janda, apakah sama juga karna kematian atau perceraian secara sipil? Informasi ini sangat penting untuk proses penyelidikan perkawinan selanjutnya. Dari surat Anda, terdapat informasi yang menyatakan bahwa mereka berdua menyadari tidak bisa menikah lagi di Gereja Katolik, saya mengandaikan bahwa keduanya atau salah satunya mendapatkan statusnya sebagai duda atau janda karena perceraian sipil. Padahal kita tahu bahwa Gereja Katolik tidak mengakui perceraian perkawinan secara sipil.  Perkawinan yang sudah sah dan sakramen tidak dapat diputuskan oleh kuasa manapun juga selain oleh kematian salah satu pasangan.
Selanjutnya dalam surat di atas, disebutkan bahwa mereka bisa menikah lagi apabila keduanya pindah di Gereja Protestan. Dari manakah Anda mendengar tentang pendapat tersebut bahwa orang yang telah berpisah bisa pindah ke Gereja Protestan dan menikah disana? Saya kira persoalannya tidak semudah itu. Sebagaimana Gereja Katolik, Gereja-Gereja Protestan juga memiliki pandangan yang sama tentang ikatan perkawinan yang sudah dinyatakan dengan sangat jelas oleh Tuhan Yesus sendiri bahwa “demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia (Mat 19:6).
Lembaga perkawinan itu adalah sakral karena dibentuk dan ditetapkan oleh Tuhan sendiri. Dan Tuhan sendiri telah menetapkan bahwa perkawinan itu bersifat monogam (seorang suami dan seorang istri) dan indisolubil (tak dapat diputuskan). Mengacu pada ajaran dan perintah Tuhan Yesus sendiri yang menjadi landasan dan dasar utama perkawinan yang dikehendaki Tuhan, maka baik dalam Gereja Katolik maupun dalam Gereja-Gereja Protestan, perkawinan pada dasarnya tidak dapat diputuskan. Dengan demikian pendapat Anda bahwa mereka yang berpisah lalu pindah dan bisa menikah di Gereja Protestan tidak punya dasar yang kuat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara iman kristiani.
Lalu adakah jalan lain yang bisa ditempuh oleh pasangan duda dan janda yang masih terikat perkawinan sah dengan pasangannya untuk bisa menikah lagi dalam Gereja Katolik? Seperti yang telah saya sampaikan di atas bahwa informasi yang disampaikan dalam surat tidak terlalu banyak dan juga bersifat multitafsir. Maka saya anjurkan agar mereka berdua datang langsung menghadap Rama Paroki mereka dan membicarakan mengenai rencana pernikahan mereka dengan menyampaikan secara jujur dan terbuka status perkawinan mereka sebelumnya. Setelah mendengarkan dan memperhatikan riwayat perkawinan mereka masing-masing, saya yakin Rama Paroki dapat melihat dan memastikan ada tidaknya peluang untuk pembatalan perkawinan mereka bila memenuhi syarat-syarat yang diperlukan.
Demikian saran dan usul saya. Semoga bisa ditindaklanjuti dalam waktu dekat sehingga kelanjutan urusan perkawinan sang duda dan sang janda tersebut menjadi semakin lebih jelas. Berkah Dalem! #


Tidak ada komentar