Header Ads

Breaking News

Paroki St Ignatius Rayakan Imlek

PERSEMBAHAN: Rama Martinus Maryoto Pr menerima persembahan dari umat di hari Tahun Baru Imlek 2570 di Gereja St Ignatius Magelang. (Foto: Anton W)
PAROKI IGNATIUS - Ratusan umat Katolik Thionghoa kota Magelang dan sekitarnya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas bimbingan dan penyertaan selama satu tahun berlalu dan memohon berkat dalam menyongsong tahun yang akan datang dalam Misa Tahun Baru Imlek 2570 di Gereja St Ignatius Magelang, Minggu sore (10/2).
Misa Imlek Tahun Babi Tanah ini bertema ‘Damai dan Sejahtera karena Percaya’ dan dipimpin Rama Martinus Maryoto Pr (Paroki St Lukas Pemalang) serta didampingi Pastor Paroki St Ignatius Rama Petrus Suratmin Pr dan Vikaris Paroki Rama Fransiskus Yunarvian Dwi Putranto Pr. Misa dimeriahkan paduan suara gabungan Paroki Banyutemumpang dan St Ignatius. 
Dalam pengantar, Rama Maryoto mengajak umat berdoa bagi sanak saudara agar dianugerahi rahmat kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan serta berdoa bagi Gereja agar umat memiliki iman mendalam yang dapat mendatangkan perubahan di masyarakat supaya hidup bersatu dengan damai dalam keanekaragaman. Terkait tahun politik, umat juga diajak untuk berdoa agar pemilu nanti dapat berjalan lancar untuk mendapatkan pemimpin yang baik.
Rama Maryoto dalam homili mengungkapkan, pada awalnya Imlek merupakan perayaan tradisi budaya petani di Tiongkok untuk merayakan pergantian musim semi dan tahun baru berdasarkan kalender bulan. “Gereja Katolik mengadakan Misa Imlek dengan prinsip inkulturasi karena mengakui nilai-nilai baik yang termuat dalam tradisi budaya yang masih diperlihara dan dihidupi oleh umat dan diselaraskan dengan keyakinan iman Katolik,” ucapnya.
Terkait tema damai, menurut Rama Maryoto, orang yang hidup damai adalah orang yang mengalami ketenangan dari buah sikap cinta kasih. Cinta kasih ini energi yang menggerakkan orang menjadi lebih sabar, murah hati, suka menolong dan sebagainya. Momentum damai ini yang ingin diulang dalam perayaan Tahun Baru Imlek pada waktu semua anggota keluarga berkumpul merasakan suasana persaudaraan, kedamaian dan kesejahteraan.
Sedangkan sejahtera dimaknai sebagai berkat dari kerja keras dan peranan Tuhan; ada hasil melimpah dan ada sisa yang bisa ditabung. Ini artinya orang tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, namun juga percaya ada campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, kunci sukses atau sejahtera juga mengandalkan relasi yang baik dengan orang lain.
Dengan sejahtera, orang semakin mampu melakukan tindakan kebaikan. Semakin banyak tindakan kebaikan, maka semakin bahagia dan tenteram hidupnya. Maka sebagai ungkapan syukur atas karunia damai dan sejahtera ini, umat diajak memaknai hidup lebih baik dengan  berbagi kasih kepada orang lain yang kurang beruntung serta semakin rajin memuliakan Tuhan. # Anton Wijayanto

Caption
PERSEMBAHAN: Rama Martinus Maryoto Pr menerima persembahan dari umat di hari Tahun Baru Imlek 2570 di Gereja St Ignatius Magelang. (Foto: Anton W)

Tidak ada komentar