Header Ads

Breaking News

Paroki Kudus Tanam 250 Bibit Alpukat di Rahtawu


Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma MSF (kanan) menyerahkan secara simbolis bibit tanaman Alpukat kepada warga desa Rahtawu. (Foto: Komsos Kudus)



PAROKI KUDUS - Kalau beberapa waktu lalu rangkaian acara HUT ke-80 Paroki Kudus dimeriahkah dengan acara Srawung Bocah, kali ini panitia menyuguhkan acara Srawung Alam 2019. Acara Srawung Alam diisi dengan kegiatan penanaman bibit alpukat di Dukun Jambu, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Acara penanaman bibit alpukat ini dilaksanakan pada Minggu (17/3).
Tujuan kegiatan ini adalah untuk pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Sebelum kegiatan penanaman tanaman alpukat, warga dari Desa Rahtawu menyambut kedatangan umat Paroki St Yohanes Evangelista dengan penuh sukacita dan bahagia. Sebelum melakukan penanaman, umat yang hadir disuguhi beragam makanan yang telah disediakan oleh warga sekitar Desa Rahtawu.
Dalam sambutan, Kepala Paroki Kudus, Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma MSF mengatakan bahwa tanaman Alpukat merupakan simbol pengikat kita dalam persaudaraan sejati. “Kita sebagai manusia bertanggung jawab penuh untuk pelestarian lingkungan hidup. Disamping itu, pembalakan hutan yang sering terjadi pada zaman sekarang ini juga semakin meningkat. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita untuk menghentikannya. Dengan bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan untuk menjaga keutuhan kita bersama sebagai ciptaan Tuhan”.
Sementara itu Lurah Desa Rahtawu, Sugiyono,  atas warga mengucapkan terima kasih kepada umat Paroki Kudus atas 250 bibit tanaman alpukat untuk pelestarian lingkungan di Desa Rahtawu. “Bibit yang Bapak-Ibu berikan kepada kami ini akan kami pergunakan dan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Selanjutnya Sugiyono menjelaskan, Desa Rahtawu memiliki 4 Kedukuhan, yang pada tahun 2014 dilanda banjir bandang yang mengakibatkan rusaknya sarana prasarana di Desa Rahtawu ini. Setelah banjir bandang surut, seluruh warga Desa Rahtawu bersepakat untuk menanam tanaman kopi 2000 pohon. Warga pun berjanji  4 tahun ke depan Desa Rahtawu akan semakin meningkat pelestarian lingkungannya.
Suster Magda PI bersama warga desa menanam bibit Alpukat. 

Pada kesempatan itu diadakan serah terima secara simbolis tanaman Alpukat yang dilakukan oleh Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma MSF (Rama Iie) dan diterima oleh wakil masyarakat Witono. Tak lama kemudian diadakanlah penanaman simbolis oleh Rama Iie, Rama Stefanus Nyaris Prasetyo MSF, Suster Magda PI, Arief Gunawan, dan Helmi. # Eendhra (Komsos Paroki Kudus)



Tidak ada komentar