Header Ads


Breaking News

Misa HOSS ke-27 di RS Elisabeth

MINYAK ORANG SAKIT: Bapa Kardinal mengoles masing-masing pasien dengan minyak orang sakit. (Foto: Elwin)

PERINGATAN Hari Orang Sakit Sedunia ke-27 (11 Februari) diperingati oleh RS St Elisabeth Semarang sehari sebelumnya, tepatnya Minggu (10/2). Misa ini dipimpin Bapa Kardinal Julius Darmaatmaja SJ bersama dengan Rama Emanuel Graha Lisanta Pr (Pastor Paroki Karangpanas) dan Rama Petrus Suryo Hadiatmoko MSF (Pastoral Care RS Elisabeth).
Tema misa ini ‘Kamu telah memperolehnya dengan cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma’ (Matius 10:8).
Misa HOSS tahun ini diikuti tak kurang dari delapan puluhan pasien, baik yang terbaring di ranjang, duduk di kursi roda, maupun mereka yang duduk di bangku yang telah disediakan. Diantara pasien itu, terbaring pula Maria Sri Sumunarmiyati (kakak kandung Mgr Rubiyatmoko). Hari itu ruang tunggu Poli Spesial penuh dengan pasien. Dari jauh tampak kantung-kantung infus bergantung di tiang infus.
Di hadapan delapan puluhan pasien, Bapa Kardinal berpesan untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Justru dengan mengalami sakit, kita diajak untuk ambil bagian dalam salib Kristus, dengan penderitaan-Nya. “Supaya sakit kita dan penderitaan kita mempunyai makna baru, yang membawa kepada keselamatan,” ucap Bapa Kardinal.
Usai homili, diadakan penerimaan Sakramen Orang Sakit oleh Rama Graha dan Rama Suryo. Satu per satu pasien dioles minyak orang sakit, baik di dahi maupun di telapak tangan. Tampak beberapa pasien meneteskan airmata, tanda haru. Pada saat penerimaan komuni, kembali Rama Graha dan Rama Suryo berkeliling menerimakan Tubuh Kristus.
Sebelum berkat penutup, direktur RS St Elisabeth dokter E Nindyawan Waluyo Adi, SpB, FINACS, memberikan sambutan. “Pada peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 2019 ini, kami mempersembahkan 2 jenis layanan, yaitu layanan ‘pain clinic atau klinik nyeri’ dan layanan ESWL (Extra Shock Wace Litrotripsi),” papar Nindyawan. Seusai misa, kedua ruang layanan tersebut diberkati oleh Bapa Kardinal.
KUNJUNGAN: Seusai misa HOSS, Bapa Kardinal mengunjung beberapa pasien yang tidak bisa mengikuti misa. 

Usai misa, Bapa Kardinal didampingi Rama Graha dan para suster OSF mengunjungi dan memberkati satu per satu pasien yang tidak bisa mengikuti misa HOSS tersebut. Meski telah berusia 83 tahun, namun Bapa Kardinal masih mampu berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain. Senyum, sapa, dan berkat selalu diberikannya kepada setiap pasien yang dikunjungi.
Di ruang bersalin Anna, Bapa Kardinal sempat 2 kali menggendong seorang bayi. Semua pasien hampir kaget ketika dikunjungi Bapa Kardinal. Beberapa juga sempat haru. Dalam kunjungan ini diadakan juga pemberkatan ruangan baru ‘Giriatri’ oleh Bapa Kardinal. 
Hari Orang Sakit Sedunia ditetapkan oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992 dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Bapa Suci menetapkan Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) setahun setelah ia didiagnosa menderita penyakit parkinson pada awal 1991. # Elwin


Tidak ada komentar