Header Ads

Breaking News

GMKA Adakan Pengobatan Gratis Medis

Sekwilcam Ambarawa, Sutrisno, disaksikan beberapa undangan memukul kenthongan tanda dibukanya pengobatan gratis medis GMKA. 


UNTUK kali ke-14 sejak tahun 2005, Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial Pengobatan Gratis. Selama 2 hari, Sabtu-Minggu, 16-17 Februari 2019, pengobatan gratis ini digelar di area parkir GMKA.
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia yang jatuh setiap tanggal 11 Februari. Hadir dalam pembukaan baksos ini  Sekwilcam Ambarawa, Sutrisno, yang sekaligus membuka pengobatan gratis ini dengan memukul kenthongan.
Dari Keuskupan Agung Semarang dihadiri oleh Vikaris Episkopal (Vikep) Semarang Rama Antonius Budi Wihandono Pr yang mewakili Bapa Uskup yang berhalangan datang karena ada tugas lain.
Menurut ketua panitia pengobatan gratis ini, dokter Joko Prasojo, kegiatan pengobatan gratis medis kali ini melibatkan 129 dokter, baik umum maupun spesialis. Selain itu, ada juga tenaga konsultan kesehatan, psikolog, maupun akupunkturis. Kegiatan ini disupport juga oleh beberapa pihak, seperti RS St Elisabeth, RS Panti Wilasa, Unika Soegijapranata, beberapa Farmasi. Ada juga sekolah farmasi, seperti STIFAR dan Politeknik Mangunwijaya.
Di bilik kesehatan gigi pengobatan gratis GMKA, seorang dokter gigi sedang memeriksa kesehatan gigi anak yang sedang mengalami masalah. (Foto: Elwin)

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan umum, gigi, spesialistik (Internistik, Obs-gyn, Anak, bedah, THT, Mata, Kulit, Rehabilitasi Medik, Neurologik, Psikiatrik), konsultasi psikologik (dari staf pengajar Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata), pemeriksaan EKG dan USG, juga pemeriksaan gula darah.
Pengobatan gratis ini dihadiri oleh 1.274 orang yang mengalami berbagai macam keluhan sakit. Dari jumlah ini 31 orang mendaftarkan bedah minor, seperti cabut gigi, dll. Namun hanya 13 orang yang menjalini tindakan operasi dan 9 pasien pengobatan tanpa operasi serta 9 pasien dirujuk ke rumah sakit. Menurut ketua panitia, kupon pengobatan gratis yang  dibagikan ada 1.152 lembar. Jumlah tersebut lebih sedikit bila dibandingkan kegiatan serupa di tahun 2018, yaitu ada 1.760 pasien yang mendaftar.
Apakah itu berarti kegiatan pengobatan gratis itu kurang sukses? Sekwilcam Ambarawa, Sutrisno dalam sambutannya mengatakan, “Tanda bahwa kesehatan masyarakat itu semakin membaik adalah berkurangnya jumlah mereka yang sakit.” Dan kiranya ini menjadi pertanda bahwa masyarakat Ambarawa dan sekitarnya sungguh sudah sehat. #



Tidak ada komentar