Header Ads

Breaking News

Benarkah Paus Fransiskus Mengizinkan Perceraian?



Benarkah Paus Fransiskus Mengizinkan Perceraian?

Rama Yeremias terkasih, perkenankan saya berkonsultasi. Saya mendengar beberapa tahun yang lalu, ada berita bahwa Paus Fransiskus sudah mengizinkan perceraian perkawinan dalam Gereja Katolik. Tapi, beberapa rama yang saya tanyai mengatakan bahwa tidak ada berita resmi. Manakah yang benar? Jika benar, apa alasan Paus Fransiskus memberikan izin tersebut? Jika tidak benar, yang benar Paus berbicara apa? Terima kasih Rama. Berkah Dalem.

Felicia – Semarang


Felicia terkasih, terima kasih pertanyaanmu tentang kebenaran informasi seputar isu atau berita tentang Paus Fransiskus yang katanya mengizinkan perceraian dalam Gereja Katolik. Patut saya berikan apresiasi kepada Felicia karena melalui pertanyaanmu dalam konsultasi keluarga ini, Anda ingin senantiasa meng-update pengetahuan dan informasi sekitar permasalahan perkawinan dan keluarga.
Semenjak menjadi pimpinan tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus telah memberi perhatian khusus kepada bidang perkawinan dan kehidupan keluarga. Ada 2 peristiwa khusus yang mengungkapkan perhatian luar biasa Paus Fransiskus, yakni mengundang dan mengadakan sinode luar biasa tahun 2014 tentang tantangan-tantangan keluarga dalam konteks evangelisasi, dan sinode biasa tahun 2015 tentang panggilan dan perutusan keluarga dalam Gereja dan dunia sekarang ini.
Dalam kedua sinode tersebut, para uskup dan utusan dari masing-masing konferensi waligereja setiap negara di seluruh dunia menyampaikan persoalan-persoalan konkrit dan mendesak yang sedang dihadapi oleh mereka yang sudah menikah atau yang akan menikah sehubungan dengan kasus-kasus perkawinan. Situasinya sangatlah beragam dan kompleks. Ada orang yang dengan setia dan penuh perjuangan mempertahankan perkawinan tetapi akhirnya gagal dan mengikat diri dalam ‘perkawinan’ yang baru. Ada pula yang merasa bahwa perkawinannya yang terdahulu tidaklah beres sejak awal maka dengan bebas pula membentuk relasi dan ikatan perkawinan baru dan stabil. Selain itu ada pasangan yang telah mengajukan permohonan pembatalan perkawinan tetapi harus menunggu bertahun-tahun dalam ketidakpastian mengenai batal-tidaknya perkawinan mereka.
Terhadap persoalan-persoalan beragam dan mendesak ini, Paus Fransiskus mengambil langkah yuridis yang lebih sederhana dan praktis, tanpa meninggalkan apalagi meniadakan ajaran resmi Gereja Katolik yang sudah lama dipegang dan diterima dari Kristus sendiri, terutama mengenai sifat perkawinan Katolik yang monogam dan indisolubil (tak terputuskan). Paus sungguh setia pada ajaran resmi Gereja!
Dengan sangat jelas dan tegas Sri Paus Fransiskus menyatakan bahwa dia tidak mengizinkan atau memperbolehkan perceraian dalam perkawinan Katolik. Perkawinan yang telah dilaksanakan secara sah dan sakramental mempunyai akibat tetap dan tidak dapat diputuskan oleh kuasa manapun kecuali oleh kematian. Selanjutnya untuk memotong proses yang terkesan berbelit-belit, panjang dan lama, maka Paus Fransiskus melakukan reformasi proses pembatalan sebuah perkawinan secara lebih singkat, yakni tidak melalui proses banding tetapi tribunal setempat bisa langsung memutuskan. Jadi sekali lagi, Paus tidak mengizinkan perceraian perkawinan dalam Gereja Katolik, tetapi Paus hanya menyederhanakan langkah dan proses pembatalan sebuah perkawinan.
Demikian penjelasan dari kami, semoga menjernihkan dan meluruskan informasi keliru selama ini. Berkah Dalem! #


Tidak ada komentar