Header Ads


Breaking News

Bapa Uskup Berkati Kapel St Richardus PPSM


  1. SIMBOL 3 KEMAH: Bentuk atap kapel St Richardus ada 3 susunan yang melambangkan 3 kemah Tuhan, kemah Musa, dan kemah Elia. (Foto: Anton W)

 KERINDUAN umat Keuskupan Agung Semarang dan pengelola Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM) akan hadirnya tempat doa yang cukup nyaman akhirnya terobati dengan selesainya pembangunan Kapel St Richardus di kompleks PPSM. Pemberkatan dilakukan dalam Misa Syukur yang dipimpin Mgr Robertus Rubiyatmoko, Kamis 3 Januari 2019.

  1. POTONG PITA: Mgr Rubiyatmoko memotong pita sebelum membuka pintu kapel.

Menurut direktur PPSM Rama FX Sugiyana Pr, pembangunan kapel St Richardus ini merupakan kelanjutan pembangunan yang sudah dirancang dalam master plan kompleks PPSM. Di samping bangunan lama sebagai kantor, sampai saat ini PPSM telah memiliki 1 unit hunian blok A berkapasitas 180 orang, aula Pelican dan ruang makan.
“Ke depan, masih ada PR yang harus diselesaikan, yakni hunian blok B di sebelah kapel sehingga diharapkan PPSM dapat menampung hingga 300 orang,” ucap Rama Sugi, seraya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan kapel ini.
Dalam pengantar, Ketua Tim Pembangunan PPSM Rama Stephanus Gitowiratmo Pr mengatakan, inspirasi bentuk kapel berasal dari kutipan Injil Matius 17:1-8, pada saat Yesus naik gunung dan berubah rupa. Pada saat itu Petrus merasa bahagia dan ingin membuat 3 kemah, yakni 1 untuk Tuhan, 1 untuk Musa dan 1 untuk Elia.
“Maka bentuk atap kapel ini ada 3 susunan atap yang melambangkan 3 kemah tersebut. Kapel dengan luas 280 m2 dirancang untuk menampung 300 umat yang duduk lesehan. Kapel mengambil nama St Richardus untuk mengenang Rama Sandjaja yang menumpahkan darah kemartiran pada tanggal 20 Desember 1948,” tutur Rama Gito.

  1. BERKAT ALTAR: Altar Kapel St Richardus diberkati oleh Bapa Uskup.
Dalam homili, Mgr Rubi mengungkapkan, para pegiat karya pastoral yang datang ke PPSM diharapkan tidak hanya sekedar bertemu dengan teman namun juga mengalami perjumpaan dengan Tuhan, memahami kehendak-Nya dan akhirnya dapat melaksanakan dalam kehidupan riil di Paroki, di Keuskupan maupun di tengah masyarakat.
“Kehadiran Kapel St Richardus diharapkan bukan sekedar menjadi sarana pelengkap PPSM saja, namun siapapun yang datang ke kapel ini dapat mengalami perjumpaan yang intensif dengan Allah sehingga merasakan suka cita pembebasan dan penerangan dalam hidup hingga akhirnya makin tersemangati untuk melaksanakan kehendak Allah,” harap Monsinyur.
Menegaskan apa yang telah disampaikan Rama Sugiyana, Mgr Ruby mengatakan bahwa kapel St Richardus ini terbuka bagi siapa saja, tidak hanya untuk pengguna PPSM saja. Kehadiran kapel dan PPSM tidak terlepas dari campur tangan dan keterlibatan umat KAS maupun luar KAS. Terkait rencana pembangunan selanjutnya, Mgr Rubi masih mengundang para umat untuk terlibat, apapun bentuknya sebagai wujud dukungan bersama untuk semakin menyemarakkan karya pastoral di KAS maupun di Indonesia. # Anton Wijayanto



Tidak ada komentar