Header Ads

Breaking News

Suamiku Sangat Posesif



Rama Yeremias terkasih, saya wanita 27 tahun dengan 1 anak (2th). Usia perkawinan saya 3 tahun. Selama hidup berkeluarga ini saya merasa tidak nyaman. Semenjak menikah, suami saya menunjukkan sikap posesif-nya. Saya tidak boleh bekerja lagi, apalagi setelah memiliki anak. Ikut berbagai kegiatan pun dilarang. Semakin hari saya semakin bosan di rumah. Mau jalan-jalan pun tidak boleh jika tanpa suami. Pernah saya curi-curi refreshing di mall. Eh ketahuan, saya pun kena marah. Kebosanan saya sudah di ambang batas. Suami saya beda dengan saat berpacaran. Sempat saya berpikir untuk bercerai, dan ingin pergi bersama anak saya. Mohon bantuan pemikiran Rama. Terima kasih.

Cicilia-Jogjakarta


Cicilia yang risau, saya bisa ikut merasakan kegelisahan yang Anda rasakan. Usia 3 tahun perkawinan dan dianugerahi seorang anak, tentunya begitu indah.  Namun keadaan perkawinan Anda berbanding terbalik.

Ketika sedang dimabuk cinta membara entah selama pacaran maupun dalam hidup perkawinan, seseorang ingin memberikan cinta sebesar-besarnya  kepada yang dicintai. Terkadang cenderung berlebihan dilakukan karena didorong oleh keinginan kuat untuk seutuhnya memilikinya, tanpa memberikan ruang kebebasan sedikitpun bagi pasangan untuk bergerak dan bertindak seturut kemauannya sendiri.

Rasa memiliki yang begitu besar mendorong orang melakukan tindakan yang sering kali bersifat kekanak-kanakan, misalnya melarang pasangan bergaul dengan orang lain, menuntut pasangan memberitahu apapun kegiatan yang dilakukan, dimana dan dengan siapa saja. Pasangannya tidak boleh pergi jauh-jauh dan tetap berada dalam jarak jangkauan dan pengawasannya. Mana tahan! Bila terjadi demikian berarti sifat posesif telah menguasai dirinya dan selalu ingin membatasi ruang gerak pasangannya.

Mengapa seseorang sampai memiliki sifat posesif ini? Ada macam-macam alasan. Mungkin karena telalu cinta, sehingga saking cintanya ingin memastikan bahwa pasangannya aman, selamat, terlindungi, tidak terluka atau sedih hatinya. Segala upaya dilakukan demi melindungi dan menjaga sebaik-baiknya pasangannya. Wauuuu…. Luarbiasa memang, tetapi apakah pasangannya merasa nyaman?

Ada juga yang memiliki sifat posesif karena tidak percaya diri. Merasa diri kurang punya modal ganteng atau cantik, atau kekurangan dan keterbatasan lainnya sehingga timbul kekuatiran dan ketakutan jangan-jangan pasangannya suatu saat pergi meninggalkan dia. Jadilah dia membentengi pasangannya sekuat tenaga dengan sikap posesif.

Ada lagi sifat posesif disebabkan oleh trauma atau kegagalan di masa lalu. Mungkin pernah dikhianati pasangan atau kehilangan orang yang dicintai, sehingga timbul sikap kehati-hatian yang tinggi untuk menjaga pasangannya agar jangan sampai terulang lagi pengalaman buruk tersebut. 

Lalu bagaimana Cicilia menghadapi sikap posesif sang suami yang sudah sampai pada tingkat menjengkelkan dan membosankan? Cobalah mengamati apa saja alasannya memiliki sifat posesif itu. Setelah itu, yakinkan pasanganmu bahwa Anda sungguh mencintai dia 100% maka dia tidak perlu kuatir apalagi bersikap posesif terhadap dirimu. Pastikan Anda bisa menjaga diri meski mempunyai aktivitas sendiri. Komunikasikan secara jujur apa saja kegiatan masing-masing. Dengan demikian tidak ada ruang kecurigaan dan kebohongan yang berdampak pada munculnya sikap posesif itu. Semoga hidup keluarga Anda menjadi lebih guyup dan harmonis. Berkah Dalem! #

No comments