Header Ads

Breaking News

Apakah Krisma Hanya Diberikan Oleh Uskup?



Rama AG Luhur Prihadi terhormat, beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Misa Penerimaan Sakramen Krisma atau Penguatan. Ada lebih dari 200 umat yang menerima Sakramen Penguatan ini. Saya melihat Bapa Uskup tampak kecapekan. Saya hanya berpikir, apakah Sakramen Krisma harus diberikan oleh Bapa Uskup. Yang ingin saya tanyakan, sejak kapan praktek penerimaan Sakramen Krisma diberikan (oleh Uskup)? Apakah dalam kitab suci juga ada? Lalu dokumen-dokumen Gereja yang memuat tentang penerimaan Sakramen Krisma apakah ada? Terima kasih atas jawaban Rama. Berkah Dalem.

Agustinus – Semarang

Sdr Agustinus  dan pembaca Salam Damai terkasih, berkaitan dengan Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan, kita bisa mencermati yang disampaikan oleh St Thomas Aquinas yang berperan besar dalam perjalanan Tradisi Gereja Katolik Roma. St Thomas Aquinas mengajarkan tiga hal tentang Sakramen Krisma: (1) Sakramen Krisma adalah pemberian Roh Kudus. (2) Anugerah ini merupakan penerusan Pentakosta dalam Gereja. (3) Krisma diarahkan kepada pengakuan publik dan pemberian kesaksian iman.
St Thomas menyebutkan bahwa anugerah ini merupakan penerusan Pentakosta dalam Gereja. Dan dalam Kisah  Rasul 8:14-17 disebutkan sudah ada praktek penumpangan tangan untuk pencurahan Roh Kudus : “Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.  Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
Pada abad-abad awal, Sakramen Penguatan diberikan bersama-sama dengan Pembaptisan. Ketiga sakramen: Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi diberikan pada saat seseorang memulai kehidupan sebagai seorang Kristen. Dalam hal ini Tertullianus (tahun 155-222) mengatakan bahwa pengurapan minyak diberikan setelah pembaptisan. Pembasuhan tubuh oleh air mendatangkan akibat rohani, yaitu penghapusan dosa; dan pengurapan tubuh oleh minyak dan penumpangan tangan mendatangkan Roh Kudus.
Sedangkan untuk pelayan penerimaan Sakramen Penguatan diatur dalam kanon Hukum Gereja sbb.:
Kan. 882: Pelayan biasa sakramen penguatan ialah Uskup; sakramen itu dapat juga diberikan secara sah oleh imam yang memiliki kewenangan itu berdasarkan hukum universal atau pemberian khusus dari otoritas yang berwenang.
Kan. 883:  mengenai orang yang berada dalam bahaya maut, pastor paroki bahkan setiap imam. Kan. 884 § 1: Uskup diosesan hendaknya menerimakan sakramen penguatan secara pribadi atau mengusahakan agar diberikan oleh Uskup lain; bila kebutuhan menuntut, ia dapat memberikan kewenangan kepada seorang atau beberapa orang imam tertentu, agar menerimakan sakramen itu. 
Dalam Buku Katekismus Gereja Katolik juga diterangkan hal yang sama: Gereja Latin menetapkan sebagai pelayan biasa ialah Uskup, namun Uskup bisa memberi wewenang kepada para imam (sebagai minister extra-ordinarius) supaya menerimakan sakramen ini. Penetapan ini sesuai dengan arti Sakramen, yaitu Uskup sebagai pemimpin Gereja Lokal (pengganti para Rasul, dengan kepenuhan imamat) mengikat penerima Krisma lebih erat dengan Gereja, dengan asal-usul apostoliknya, dan mengutus penerima Krisma untuk menerima saksi Kristus (KGK 1314). #

No comments