Header Ads

Breaking News

Mengapa Anakku Kidal?



Pertanyaan:
Ibu Elizabeth yang terkasih, saya memiliki 2 anak, berumur 5 tahun dan 2 tahun. Keduanya tumbuh sehat. Hanya anak kedua memiliki sedikit perbedaan dari kebanyakan anak. Anak kedua -sebut saja Agus- tangannya kidal. Beberapa aktivitas, seperti memegang sendok, memegang pensil, mengambil barang, dll, dilakukan dengan tangan kiri. Saya baru menyadari beberapa bulan terakhir ini. Saya sudah mencoba ‘membetulkannya’, namun aktivitas kidal kembali dilakukannya. Yang ingin saya tanyakan: apakah anak kidal itu termasuk anak yang ‘cacat’? Apa penyebabnya? Apakah masih bisa diperbaiki? Terima kasih atas masukan Ibu. Berkah Dalem.

Agustina-Magelang



Jawaban:


Bu Agustina yang baik, saya dapat memahami kekhawatiran yang Ibu rasakan terhadap anak bungsu yang kidal. Anak yang kidal lebih sering menggunakan tangan kirinya dibanding dengan tangan kanannya. Hal ini karena reflex tangan kirinya lebih cepat dari tangan kanannya. Pada anak kidal ia lebih dominan menggunakan belahan otak kanannya.
Faktanya bagi budaya timur menggunakan tangan kiri dalam berbagai aktivitas sering dianggap tabu atau kurang sopan. Akibatnya bila ada anak yang kidal seringkali orangtua meminta anak untuk menggunakan tangan kanan dan tak jarang memarahinya. Seringkali orangtua juga menggunakan istilah tangan baik atau tangan manis untuk tangan kanan. Sikap yang dilakukan orangtua tersebut tentu membawa dampak kerugian bagi perkembangan anak, misalnya anak menjadi kurang percaya diri, kurang konsentrasi, kurang mampu mengingat, mengalami gangguan perkembangan bahasa dan orientasi. Bu Agustina tak perlu terlalu cemas menghadapi anak yang kidal, karena kidal bukanlah sebuah kecacatan. Penyebabnya selain karena dominasi perkembangan otak kanan, faktor genetik dan sebagian anak berusia di bawah 3 tahun memang ada yang lebih sering menggunakan tangan kirinya untuk melakukan berbagai aktivitas.
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua yang memiliki anak kidal adalah pertama cobalah untuk meletakkan posisi benda yang akan diraih anak di tengah. Dengan demikian anak akan mencoba untuk meraih dengan tangan kanan. Kedua, gunakan istilah yang tepat saat mengucapkan bagian tangan kanan atau kiri. Jangan lagi menggunakan tangan manis atau tangan baik untuk tangan kanan, agar anak juga tidak menganggap tangan kiri adalah tangan buruk.
Ketiga, bila ternyata setelah Anda latih anak Anda memang kidal, maka biarkan ia beraktivitas dengan tangan kirinya karena kalau dipaksa menggunakan tangan kanan padahal ia memang kidal maka dapat mengganggu perkembangannya. Sama halnya dengan kita yang dominan menggunakan tangan kanan lalu dipaksa menggunakan tangan kiri. Tentu menjadi kurang nyaman kan? Nah, perlu ditekankan saja pada Agus agar ia boleh menggunakan tangan kirinya namun ajarkan bahwa bila ia memberi salam, menerima atau memberikan sesuatu pada orang lain maka Agus diminta untuk menggunakan tangan kanannya. 
Jangan terlalu cemas Bu. Banyak kok tokoh-tokoh sukses yang kidal. Misalnya saja Presiden AS Barack Obama, Bill Gates, Oprah Wenfrey, seniman Leonardo Da Vinci, bahkan beberapa olahragawan seperti Lionel Messi. Percayalah Agus pun bila diterima perbedaan penggunaan tangan dan didukung akan menjadi manusia seutuhnya yang hebat. Berkah Dalem. #

No comments