Header Ads

Breaking News

Bolehkah Dibaptis Tanpa Mengikuti Pelajaran Agama?




Rama Luhur terhormat, saya memiliki teman kuliah. Ia teman saya sejak SMA dan saat Perguruan Tinggi. Menurutnya, sejak SD-Perguruan Tinggi ia belajar di sekolah Katolik. Kini ia hampir skripsi. Ia pun mengutarakan kepada saya ingin masuk Katolik dan dibaptis. Hanya saja, ia tidak mau mengikuti pelajaran agama, karena menurutnya, ia sudah memahami ajaran Katolik. Apakah boleh dibaptis tanpa mengikuti pelajaran agama? Mengapa Gereja Katolik mensyaratkan calonnya mengikuti pelajaran agama selama satu tahun? Apakah tidak ada dispensasi? Apakah bisa ditunjukkan aturan Gereja tentang hal tersebut? Terima kasih Rama. Berkah Dalem.

Maria – Yogyakarta


Sdri Maria dan para Pembaca SALAM DAMAI yang terkasih, kita tahu bahwa inisiasi Katolik itu terealisasi dalam penerimaan 3 sakramen: Baptis-Penguatan-Ekaristi. Penerima sakramen-sakramen inisiasi dewasa adalah mereka yang  telah menjalani suatu masa yang panjang yang terdiri dari 3 tahap dan 4 masa. Ketiga tahap itu adalah pelantikan katekumen, pemilihan calon baptis (seleksi) dan upacara inisiasi.
Mengapa Gereja mensyaratkan demikian? Apa dasarnya?
Beberapa kanon dari Kitab Hukum Gereja Katolik menyebutkan demikian sbb.
Kan. 788 § 1: Mereka yang telah menyatakan kemauan untuk memeluk iman akan Kristus, setelah menyelesaikan masa prakatekumenat, diterima ke dalam katekumenat dengan upacara liturgi; dan nama mereka hendaknya dicatat dalam buku yang dimaksudkan untuk itu.
Kan. 788 § 2:  Para katekumen, melalui pengajaran dan masa percobaan hidup kristiani, hendaknya diperkenalkan dengan tepaalam t kepada misteri keselamatan serta diantar masuk ke dalam kehidupan iman, liturgi dan cinta kasih umat Allah serta hidup kerasulan.
Kan. 788 § 3:  Konferensi para Uskup bertugas untuk mengeluarkan ketentuan-ketentuan tentang katekumenat, dengan menentukan apa yang harus dilaksanakan oleh para katekumen dan merumuskan hak- hak istimewa yang diakui bagi mereka.
Kan. 789: Hendaknya orang yang baru dibaptis dibina agar mereka melalui suatu pengajaran yang tepat dapat semakin mengenali kebenaran injili dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diterima dalam baptis; hendaknya mereka diresapi dengan cinta sejati terhadap Kristus dan Gereja-Nya.
Dan dalam Ketentuan Pastoral  Regio Jawa, yang merupakan revisi/penyempurnaan dari Statuta Keuskupan-keuskupan Regio Jawa, menyebutkan bahwa masa katekumen itu sekurang-kurangnya 50 jam yang bisa dijabarkan ke dalam rentang waktu 1 tahun, atau sekurang-kurangnya 3 bulan.  Sebab bukan hanya soal memahami  ajaran Katolik, tetapi juga kebiasaan terlibat dalam hidup menggereja baik di paroki maupun di lingkungan. Sebab menjadi Katolik itu bukan hanya panggilan yang bersifat pribadi, tetapi panggilan untuk menjadi umat Allah bersama dengan yang lainnya. 
Jadi sekurang-kurangnya  ada 3 syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi seseorang untuk dapat dianggap telah siap memperoleh rahmat Sakramen Baptis, yaitu (1) Sejauhmana calon baptis  telah menunjukkan kesetiaan dalam pencarian akan Juru Selamat, dalam hal ini dapat dilihat/dihitung dari berapa pertemuan katekese yang telah dihadirinya; (2) sejauhmana calon baptis telah menyesuaikan diri dengan cara-cara hidup seorang Katolik, dengan mengikuti perayaan-perayaan liturgis di gereja atau aktif di wilayah/lingkungan setempat; (3) Sejauh mana ybs telah berusaha mengenal dan memilih Yesus sebagai jalan hidupnya, dalam bersikap dan bertindak dalam kesatuan dengan  Umat Allah lainnya. Berkah Dalem. #

No comments