Header Ads


Breaking News

Sinopsis Majalah SALAM DAMAI Edisi 106 - Agustus 2018


Tema: Merajut Kebhinekaan Indonesia






Menyuguhkan beragam rubrik informatif dan menarik, antara lain:

Fokus  
Merawat Rahmat Kebinekaan RI
Vikaris Jenderal (Vikjen) KAS Rama Yohanes Rasul Edy Purwanto Pr, menegaskan bahwa Gereja KAS adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Maka Gereja KAS mempunyai panggilan dan tugas yang sama dengan warga masyarakat lain, dengan kelompok-kelompok lain,  untuk mewujudkan kesatuan Indonesia.
Kita tidak cukup hanya mengatakan ‘bhineka’. Tetap harus mengatakan ‘bhineka tunggal ika’: bermacam-macam tetapi tetap satu. Syukur kalau dengan lengkap diungkapkan ‘bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa’. Artinya, tidak ada kebenaran yang mendua. Kebenaran itu satu. Dan yang satu itu apa? Indonesia!” tegas  Rama Edy Purwanto. 





Liputan Khusus
Mgr Rubiyatmoko Tahbiskan 20 Imam
Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu (Luk 10:2). Firman ini serasa tergenapi ketika ada 20 imam (OCSO, Pr, SX, MSF, SJ) ditahbiskan oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko, Juni-Juli lalu.
Tahbisan pertama diawali dengan penahbisan imam OCSO (Ordo Cistereiensis Strictioris Observantiae) atau lebih dikenal dengan imam Pertapaan Rawaseneng, Kamis, 28 Juni 2018. Keduanya adalah Rama Daniel Naruh OCSO dan Rama Yulius Darwanto OCSO. Penumpangan tangan sebagai tanpa penahbisan oleh Bapa Uskup diadakan di Kapel Pertapaan St Maria Rawaseneng.
Menyusul sehari sesudahnya, Mgr Rubiyatmoko di Kapel Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta, menahbiskan 12 diakon (11 Praja Semarang dan 1 Serikat Xaverian). Sekitar seribu umat menjadi saksi tahbisan imamat ini.

Konsultasi Keluarga
Kawin Lari, Bolengkah
Saya wanita 27 tahun dengan 1 anak (2th). Usia perkawinan saya 3 tahun. Selama hidup berkeluarga ini saya merasa tidak nyaman. Semenjak menikah, suami saya menunjukkan sikap posesif-nya. Saya tidak boleh bekerja lagi, apalagi setelah memiliki anak. Ikut berbagai kegiatan pun dilarang. Semakin hari saya semakin bosan di rumah. Mau jalan-jalan pun tidak boleh jika tanpa suami. Pernah saya curi-curi refreshing di mall. Eh ketahuan, saya pun kena marah. Kebosanan saya sudah di ambang batas. Suami saya beda dengan saat berpacaran. Sempat saya berpikir untuk bercerai, dan ingin pergi bersama anak saya. Mohon bantuan pemikiran Rama.


Liputan Khusus
HUT & HOR UNIO: Saatnya Rama Praja Merajut Persaudaraan 
           Smash Monsinyur… smash Monsinyur…. Alih-alih men-smash, Monsinyur malah mengarahkan shuttlecock pelan di atas jaring net, dan kecohan Monsinyur ini pun mematikan langkah lawan. Itulah sepenggal permainan bulutangkis Mgr Robertus Rubiyatmoko yang berpasangan dengan Rama Gerardus Djoko Surawidjaja di Sport Centre Graha Padma Semarang dalam rangka Hari Olah Raga (HOR) UNIO Keuskupan Agung Semarang, Rabu (18/7).  
Menurut ketua panitia Rama Ambrosius Wagiman Wignyasumantara Pr, HOR ini merupakan rangkaian acara HUT ke-63 UNIO (Persaudaraan Rama-rama Praja) KAS. Sehari sebelumnya, bertempat di Griya Paseban, telah diadakan misa bersama sebagai ucapan syukur atas HUT UNIO KAS. 




Konsultasi Anak
Anakku Tidak Mau Sekolah
Ibu Elizabeth yang terkasih, saya memiliki 2 anak, berumur 5 tahun dan 2 tahun. Keduanya tumbuh sehat. Hanya anak kedua memiliki sedikit perbedaan dari kebanyakan anak. Anak kedua -sebut saja Agus- tangannya kidal. Beberapa aktivitas, seperti memegang sendok, memegang pensil, mengambil barang, dll, dilakukan dengan tangan kiri. Saya baru menyadari beberapa bulan terakhir ini. Saya sudah mencoba ‘membetulkannya’, namun aktivitas kidal kembali dilakukannya. Yang ingin saya tanyakan: apakah anak kidal itu termasuk anak yang ‘cacat’? Apa penyebabnya? Apakah masih bisa diperbaiki? Terima kasih atas masukan Ibu. Berkah Dalem. #

Remaja
We Are Super League of Jesus
Berkemah identik dengan kegiatan pramuka, tapi ternyata tidak hanya untuk kegiatan pramuka saja. Tujuan dari berkemah ini sebenarnya adalah berteman dengan alam, kesederhanaan, dan kemandirian. Itulah yang dilakukan oleh OMK Paroki Santo Paulus -Sendangguwo. Kegiatan Temu Raya OMK ini dikemas dalam kegiatan berkemah, Jumat-Sabtu, (6-8/7). Sebanyak 280 OMK turut dalam kegiatan tersebut.
Keberangkatan dibagi ke dalam tiga kloter menggunakan truk milik kepolisian, satu truk bisa berisi 30 orang. Ini merupakan pengalaman kali pertama naik truk polisi. Perjalanan sekitar 1,5 jam dan Villa Pinus, Kenteng, Salatiga tampaklah di depan kami.




Komunio
Suster CM
Masih ingatkah kita dengan kisah Maria dan Marta (Luk 10:38-42)? Kisah ini kadang ditafsirkan dengan dikotomi antara hidup kontemplatif (Maria) yang duduk mendengarkan Tuhan, dan hidup aktif (Marta) yang sibuk melayani Tuhan. Namun tidaklah demikian bagi Suster-suster kongregasi Carmelite Missionaries (CM). Perpaduan Maria dan Marta dihadirkan dan dihidupi oleh para Karmelit ini. Siapakah mereka?
Jubah coklat tua yang dipadu kemeja krem berlengan panjang yang dikenakan para suster CM seakan mensiratkan jadi diri mereka: kontemplatif dan aktif. Berbeda dari biarawati kebanyakan, kongregasi yang satu ini menghayati perpaduan spiritualitas doa dan kerasulan. Nama Carmelite merujuk pada hidup doa (kontemplatif), sedangkan Missionaries menunjuk pada hidup kerasulan (aktif).

SALAM DAMAI majalah umat Keuskupan Agung Semarang….
Telah Terbit! SALAM DAMAI Edisi AGUSTUS 2018

Dapatkan majalah umat Keuskupan Agung Semarang di:
Kevikepan Yogyakata (Dody - 081215498457);
Surakarta (Magdhalena Lilis - 085725391700);
Kedu (Eko - 081325471453);
Semarang (Lily - 081390887950).
Dan Agen-agen Salam Damai lainnya….
Juga di Toko Devosional Keuskupan, Toko Buku ‘Shekinah’ Semarang, Showroom Penerbit Kanisius Yogyakarta, dan toko rohani & sekretariat paroki.

Atau Redaksi Salam Damai (08164251862, 024-3521936)




No comments