Header Ads

Breaking News

Apakah Setiap Keuskupan Ada Prodiakon?



Beberapa bulan lalu saya ke Atambua. Ketika misa hari Minggu, umat yang datang banyak sekali. Dan saat penerimaan komuni, romo membagi komuni sendirian, sehingga terjadi antrean panjang dan lama. Lalu saya bertanya ke teman di situ: apakah di sini tidak ada prodiakon atau assisten imam. Dia menjawab tidak ada. Pertanyaan saya, apakah setiap keuskupan tidak memiliki prodiakon yang membantu rama untuk membagi komuni? Mengapa demikian? Mohon penjelasan Rama. Terima kasih.

Agustinus – Semarang

 

Sdr Agustinus dan para pembaca Salam Damai terkasih, Gereja Katolik itu bersifat universal, sehingga untuk lingkup seluruh dunia juga sering disebut Gereja Universal atau Gereja Semesta. Tetapi di dalam Gereja Universal tersebut terdapat Gereja-Gereja lokal/partikular (keuskupan). Setiap keuskupan dipimpin oleh seorang Uskup sebagai pimpinan tertinggi di keuskupan tersebut.
Masing-masing uskup mempunyai kewenangan mengatur keuskupannya dengan kebijakan-kebijakan pastoralnya, termasuk dalam bidang liturgi khususnya tentang pelayan liturgi, sejauh tidak bertentangan dengan Hukum Gereja Katolik.
Dalam liturgi pada dasarnya terdapat dua macam pelayanan yaitu pelayan tertahbis dan tidak tertahbis. Pelayan tertahbis adalah para klerus yang terdiri dari Uskup, Imam dan Diakon. Sedangkan yang tak tertahbis adalah para awam (non klerus) yang mengemban tugas khusus berdasarkan pelantikan liturgis, yakni Lektor dan Akolit sebagai prasyarat tahbisan dan pengangkatan untuk penugasan sementara seperti: putra-putri altar, koster, pemazmur, paduan suara, komentator, pemandu, upacara, petugas kolekte.
Di samping itu, masih terbuka lebar bagi kaum beriman kristiani awam baik pria maupun wanita untuk tugas khusus membantu imam sebagai pelayan tak lazim (minister extraordinarius) dengan penyerahan tugas lewat pemberkatan liturgis atau penugasan sementara (bdk. Ministeria Quedam). Konferensi Waligereja setempat boleh memohon persetujuan Takhta Apostolik untuk menciptakan jabatan lain yang dinilainya perlu dan amat berguna bagi wilayah yang bersangkutan. Para pelayan kaum beriman kristiani awam itu bertugas membantu para klerus namun peran mereka tidak diturunkan melalui tahbisan. Itulah yang membedakan prodiakon dengan diakon tertahbis, atau asisten imam dengan imam.
Oleh karena itu, setiap Uskup bisa menentukan secara berbeda kebijakan penggembalaannya, termasuk di dalamnya tentang pelayan liturgi.  Jadi tidak mengherankan jika di keuskupan tertentu tidak ada prodiakon dalam perayaan Ekaristi. 
Di Keuskupan Agung Semarang ini ada ribuan prodiakon, mengingat begitu banyak jumlah umatnya tetapi tenaga  imam masih sedikit dan keterlibatan umat sangat diberi tempat. Tentu ada keuskupan-keuskupan yang memiliki prodiakon sebagai pelayan Ekaristi dan tugas-tugas lain. Berkah Dalem. #

No comments