Header Ads

Breaking News

Kunjungan Guru Agama Islam di Gereja Bongsari


Semarak perayaan Hari Raya Paskah di Paroki St Teresia Kanak-Kanak Yesus, Bongsari, Semarang, Minggu, 1 April 2018, dilengkapi dengan kunjungan 10 Guru Agama Islam di gereja ini. Para guru Agama Islam yang mengajar di SMA atau SMK di sekitar Kota Semarang tersebut  sedang menjalani pelatihan bersama Wahid Foundation dan Lembaga Studi Sosial Agama (eLSA).
Para tamu istimewa tersebut disambut langsung oleh Rama Eduardus Didik Chahyono SJ, Pastor Kepala Paroki Bongsari. Khoilrul Anwar selaku pendamping dari Lembaga Studi Sosial dan Agama mengungkapkan,Kunjungan ini dimaksudkan sebagai jalinan silahturahmi antar umat beragama. Di samping itu, kunjungan ini dimaksudkan untuk membuka kesempatan perjumpaan antar umat a
gama. Dengan adanya perjumpaan yang intensif ini harapannya dapat terjalin komunikasi dan dapat belajar bersama seputar kehidupan beragama.”
Senior Officer Capacity Builiding Wahid Foundation, Hafizen, menjelaskan latar belakang kegiatan ini, ”Program ini dirancang sebagai tanggapan atas keprihatinan dan kegelisahan sejumlah orangtua terhadap perubahan perilaku anaknya terkait dengan pandangan terhadap pemeluk  agama yang lain. Selain itu, program ini dilaksanakan untuk memberi pengetahuan kepada para guru atas ajaran-ajaran agama yang lain. Harapan dari program ini adalah dapat menjaga kedamaian  bangsa dan negara.”
Sementara itu, Khoirul Anwar, Perwakilan Lembaga Studi Sosial dan Agama memandang, “Selama ini para guru agama sering mendapat informasi terkait dengan pengetahuan agama lain dari sumber-sumber yang tidak jelas sehingga memungkinkan muncul pandangan-pandangan yang dapat menyebabkan radikalisme. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal itu para guru diajak untuk bersilahturahmi dan berdialog dengan komunitas agama lain.”
Rama Eduardus Didik Chahyono SJ mengaku senang dengan kunjungan, perjumpaan dan kesempatan berbincang-bincang tersebut. “Melalui program seperti ini kita dapat saling memahami agama dengan cara pandang yang berbeda. Pertemuan ini dilakukan untuk saling menimba kekayaan tradisi keagamaan masing-masing. Kehadiran para guru agama Islam ini harapannya ditularkan kepada para murid dan guru agama yang lain sehingga di berbagai tempat dapat melanjutkan program yang sangat baik ini. Kegiatan semacam ini sangat penting untuk merawat perdamaian dan memperkokoh persatuan warga masyarakat, ” kata Rama Didik.
Dalam pertemuan tersebut, para guru agama Islam banyak menanyakan hal-hal keagamaan Katolik. Semua pertanyaan-pertanyaan dijawab dengan terbuka dilakukan dengan sangat santai sambil menikmati hidangan yang disajikan. # Elwin



No comments