Header Ads


Breaking News

Kenduri Paskah, Langkah Kecil Menjaga NKRI


PAROKI WEDI -  Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten menggelar doa bersama dan Kenduri Paskah di Balai Mandala Gereja Wedi, Kamis (22/3) malam.
Dalam Kenduri Paskah ini, Dewan Paroki Wedi mengundang Muspika (Camat, Kapolsek, dan Danramil) Wedi, Kepala Desa Gadungan dan Kalitengah, tokoh agama (Islam, Hindu, dan Kristen), masyarakat sekitar Gereja Wedi, serta ketua Lingkungan dan ketua Wilayah se Paroki Wedi. Hadir juga anggota DPRD Kabupaten Klaten dari PDIP Didit Raditya Ganis Ari Wadono. 
Dalam sambutan, Kepala Paroki Wedi Rama Andrianus Maradiyo Pr menjelaskan, Kenduri Paskah ini diadakan rutin setiap tahun menjelang Pekan Suci.
“Kenduri Paskah dengan mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar Gereja Wedi ini dimaksudkan untuk memberitahukan dan sekaligus mohon doa agar seluruh rangkaian kegiatan selama Pekan Suci dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” kata rama.
“Bapa Uskup Agung Semarang menyerukan kepada umat  untuk mengembangkan Gereja yang inklusif. Dan salah satu caranya dengan memperbanyak srawung dengan yang lain. Hal ini selaras dengan tema APP KAS 2018, yaitu Mengasihi dengan kata dan perbuatan,” ujar rama.
Dalam Kenduri Paskah ini diadakan doa lintas agama secara berurutan. Doa menurut tatacara agama Islam dilakukan oleh Subakir, warga Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kalitengah. Sedang doa agama Hindu dibawakan oleh I Wayan Sahopiartha, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klaten. Sementara doa agama Kristen dipandu oleh Pendeta MIT Dwikoriyanto, Pendeta Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) Margorejo. # Laurentius Sukamta

No comments