Header Ads

Breaking News

Kelas 1 SMP, Bolehkah Terima Sakramen Krisma?

Yth Romo Luhur Prihadi Pr. Beberapa waktu lalu saya bermaksud mendaftarkan anak saya untuk mengikuti pelajaran penerimaan sakramen krisma di paroki. Sesuai pengumuman salah satu syarat untuk mengikuti pelajaran penerimaan sakramen krisma adalah ‘sudah berumur 13 tahun atau sudah kelas 1 SMP’. Dan anak saya saat ini sedang belajar di kelas 1 SMP meski umurnya belum genap 13 tahun (anak saya kelahiran September 2005). Namun ketika saya mendaftarkan anak ke sekretariat paroki, pendaftaran anak saya ditolak dengan alasan belum genap 13 tahun. Saya sudah menjelaskan bahwa anak saya sudah duduk di bangku kelas 1 SMP, namun tetap ditolak. Pertanyaan saya: menurut hukum gereja apakah syarat menerima sakramen krisma itu memang berumur genap 13 tahun atau sudah duduk di kelas 1 SMP? Bagaimana dengan anak yang karena pandai, lalu di usia 12 tahun sudah kelas 1 SMP? Kalau syarat tersebut benar, apa landasan hukum gereja menetapkan umur 13 sebagai batas minimal menerima sakramen krisma? Terima kasih penjelasan Romo. Berkah Dalem

Bernardus – Semarang


Bapak Bernardus dan para pembaca Salam Damai yang terkasih, Berkah Dalem. Terimakasih atas semangat kekatolikan bapak dalam mendidik anak sesuai dengan tanggung jawab orang tua sebagaimana telah diucapkan dalam janji perkawinan. Terkait dengan penerimaan sakramen Penguatan memang diatur dalam Hukum Gereja Katolik dan ketentuan-ketentuan para Uskup baik tingkat konferensi maupun tingkat region.

Dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK), kan. 891 dikatakan: “Sakramen penguatan hendaknya diberikan kepada umat beriman pada sekitar usia dapat menggunakan akal, kecuali Konferensi para Uskup telah menentukan usia lain, atau jika ada bahaya maut atau, jika menurut penilaian pelayan sakramen, ada alasan berat yang menganjurkan lain.” Rumusan dalam kanon ini adalah “pada sekitar usia dapat menggunakan akal”, nah lalu pada usia berapa? Siapa yang menentukan? Tetapi selanjutnya dikatakan bahwa “kecuali para Uskup telah menentukan usia lain”. Dalam hal ini para Uskup Regio Jawa menentukan usia penerima Sakramen Penguatan melalui Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa tahun 2016(KPRJ).

KPRJ 2016 pasal 78 ayat 2: “Sakramen Penguatan hendaknya diterimakan setelah yang bersangkutan berusia genap 13 tahun”. Sedangkan ayat 3: “Dalam bahaya mati, sakramen Penguatan dapat diberikan kepada oang katolik yang belum pernah menerimanya”. Penegasan yang dibuat para uskup adalah berusia genap 13 tahun tanpa menyebutkan tentang jenjang sekolah. Hal ini tentu saja semakin membantu kita supaya tidak ada area abu-abu terkait dengan ketentuan ini yang bisa menimbulkan perdebatan, mana yang mau dipakai sebagai ketentuan: usia atau jenjang kelas. Sekarang semakin jelas bahwa yang menjadi ketentuan dari para Uskup termasuk di Keuskupan Agung Semarang adalah genap usia 13 tahun.

Semoga kutipan dan keterangan ini memberi pencerahan bagi kita semua. SELAMAT PASKAH! Berkah Dalem. # 

No comments