Header Ads


Breaking News

Peresmian Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga

PEMBERKATAN: Mgr Rubiyatmoko memberkati Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga (Foto: Andreas BDG)


Umat Paroki Santa Theresia Lisieux Boro, akhirnya memiliki taman doa. Taman doa dengan nama Bunda Maria Pelindung Keluarga ini secara simbolis diresmikan oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama Bupata Kulon Progo Drs H Hasto Wardoyo, usai perayaan Ekaristi, Minggu (7/1).
    Sebelum peresmian, diadakan Misa Syukur bersama Mgr Rubiyatmoko, Bapa Kardinal Julius Darmoatmojo, Rama Petrus Sunu Hardiyanto SJ (Provinsial Serikat Yesus), Rama Ign Aria Dewanto (Ekonom KAS), dan Rama Tarcisius Puryatno Pr (Administrator Keuskupan Purwokerto), serta  13 imam. Hadir pula sekitar 3.000 umat.
Dalam kesempatan tersebut Bapa Uskup menyampaikan, taman doa ini dapat menjadi tempat untuk mensucikan jiwa dan mensejahterakan umat sekitar seperti gagasan dasar Rama Prennthaler, yakni ‘Iman ditopang dengan kesejahteraan’. Lalu Mgr Rubi juga berbicara mengenai makna bintang seperti tiga raja dari Timur, “Saya berharap dengan adanya taman doa ini, mampu menjadi bintang yang menunjukkan jalan pada keselamatan,” pungkasnya.
    Menurut ketua panitia pembangunan Rama Jonathan Billie Cahyo Adi Pr, Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga (TDBMPK) ini memang menjadi sebuah bagian keterikatan langsung dengan pribadi Rama Prennthaler sebagai seorang misionaris yang hadir di perbukitan Menoreh.
    Gagasan awalnya, sebenarnya bukan taman doa, tetapi lebih sebagai sebuah pelataran Maria. Menurut falsafah orang Jawa, sebuah rumah pasti mempunyai latar atau halaman dimana anak-anak bisa bermain di halaman; orang tua pun akan merasa aman, ayem, tidak takut anaknya hilang.
    “Taman Doa BMPK ini terdiri dari 12 ikon di sisi kanan dan kiri yang menjadi simbol kehadiran 12 rasul Yesus yang juga menyimbolkan kerasulan Rama Prenthaler di bukit Menoreh. Ikon tersebut juga mengandung ajakan bagi banyak pribadi yang datang ke taman doa untuk menjadi rasul-rasul pembawa kabar sukacita,” ucap Rama Billie.
    Taman doa yang dibangun sekitar 7 bulan ini memiliki 7 tiang di belakang patung Maria Immaculata. Tiga tiang menyimbolkan trinitas Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Sedangan  4 lainnya melambangkan pribadi-pribadi yang baik, seperti komunitas Serikat Yesus, komunitas Sustr-Suster OSF, dan para Bruder FIC, serta para imam Praja Keuskupan Agung Semarang.
    Jadi tiang-tiang itu  menyiratkan adanya keterlanjutan antara karya Rama Prennthaler dengan para religius di Boro yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Kesejahteraan tampak nyata dengan karya di bidang tenun, pendidikan, dan rumah sakit. # Andreas Desca Budi Gunawan

PENANDATANGANAN: Bupati Kulon Progo Drs H Hasto Wardoyo menandatangani prasasti taman doa.

TAMPAK DEPAN: Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga tampak dari depan. 

No comments