Header Ads


Breaking News

Aksi Lilin untuk Gereja St Lidwina

PELITA: Persaudaran Lintas Agama Semarang mengutuk aksi penyerangan
terhadap umat Katolik Gereja St Lidwina, Sleman. 

Peristiwa penyerangan terhadap Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu pagi (11/02), telah melukai 4 korban termasuk Rama Karl Edmund Prier SJ yang tengah memimpin perayaan Ekaristi. Lebih dari itu, peristiwa memilukan ini telah melukai kehidupan toleransi bangsa Indonesia, termasuk melukai Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang. 
Menyikapi praktek intelorensi ini, malam harinya Pelita Kota Semarang menggelar acara bertajuk ‘Malam Solidaritas Untuk Jogja’ di halaman Gereja St Theresia, Bongsari, Semarang. Acara ini ditandai dengan penyalaan lilin-lilin sebagai ungkapan duka cita mendalam.
"Acara malam ini, kami siapkan secara spontan. Kami rasa ini merupakan akumulasi dari banyak peristiwa yang terjadi kemarin-kemarin adanya penyerangan terhadap Kiai di Jabar, persekusi Biksu di Tangerang, dan terakhir tadi pagi penyerangan Pastor di Santa Lidwina Kami sedih, kami prihatin pada peristiwa ini," ungkap Ketua Pelita, Setyawan Budi.
Sementara itu, Pastor Paroki Bongsari, Rama Eduardus Didik Cahyono SJ mengungkap rasa dukanya yang mendalam. Hal itu diwujudkan dengan sajian bendera setengah tiang di panggung, suatu simbol duka, segenap masyarakat Semarang. 
“Tidak ada ruang bagi kekerasan. Tidak ada tempat bagi intoleransi sesama umat beragama,” tegas Rama Didik yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Kevikepan Semarang ini.
Acara Pelita ini dihadiri berbagai tokoh agama Islam, Budha, Hindu, Kristen dan Katolik. Begitu pula umat yang hadir pun dari beragam iman dan kepercayaan. # Elwin

No comments