Header Ads

Breaking News

Sinopsis Majalah SALAM DAMAI Edisi 99 Vol 10 (JANUARI 2018)

Tema: Gereja Menyejahterakan Masyarakat


Menyuguhkan beragam rubrik informatif dan menarik, antara lain:

Fokus   
‘Sejahterakan Masyarakat’ Agenda Gereja Selanjutnya

Tak terasa kita telah memasuki pintu gerbang tahun 2018. Menengok ke belakang, ada jejak-jejak yang telah dihasilkan oleh Gereja Keuskupan Agung Semarang, dikaitkan dengan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) 2016-2035 yang dibuatnya. Pada tahun ini dan seterusnya, sejumlah tantangan menanti.
"Terlibat lebih dalam upaya menyejahterakan masyarakat" menjadi agenda khusus Gereja di tahun 2018. Bagaimanapun, menyejahterakan masyarakat merupakan pilar penting dalam mewujudkan peradaban kasih.
Ada sejumlah pertanyaan berkait dengan hal itu: Seberapa jauh upaya yang dilakukan Gereja dalam menyejahterakan masyarakat? Dengan cara bagaimana Gereja melakukannya? Dan, kesejahteraan macam apa yang diangankan Gereja pada tahap selanjutnya?

Gema Keuskupan
Arah Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2018

Saudara-saudari, para Rama, Bruder, Suster, Bapak, Ibu, Orang Muda, Remaja dan Anak-anakku yang terkasih. Berkah Dalem. Saya harap Saudara-saudari semua dalam keadaan sehat dan bahagia karena rahmat Tuhan.
Saudara-saudari terkasih. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, gerak perjalanan iman Keuskupan Agung Semarang ditempatkan dalam Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang 20 tahun kedepan. Hal ini menjadi kesempatan untuk bertolak ke tempat yang dalam, duc in altum, untuk mewujudkan peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman.
Secara khusus, pada tahun 2018 yang sebentar lagi akan kita jalani, kita akan mulai ambil bagian dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Adapun tema yang akan diangkat adalah "Menjadi Gereja inklusif, inovatif, transformatif yang bekerjasama sinergis dalam masyarakat multikultural mewujudkan kesejahteraan".


Liputan Khusus
Gubernur Jateng Kunjungi Bapa Uskup Saat Open House Natal

Toleransi dan kerukunan umat beragama tampak nyata dalam acara Open House Natal 2017 yang diselenggarakan oleh Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Senin, 25 Desember 2017. Siang itu pukul 10.00 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, bersama Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, dan Muspika Jawa Tengah.
Ini merupakan Open House pertama bagi Mgr Robertus Rubiyatmoko sejak ditahbiskan menjadi uskup agung. Suasana persaudaran tampak begitu nyata. Percakapan disertai gelak tawa menggelegar sesekali terdengar di aula Justinus, Rumah Uskup, di jalan Pandanaran 13 Semarang ini. 

Konsultasi Iman
Benarkah Arwah Masih di Sekitar Rumah sampai 40 Hari?

Rama AG Luhur Prihadi, beberapa waktu lalu saya menghadiri Misa Requiem di Lingkungan. Imam dalam homili mengatakan, seseorang yang baik jika meninggal akan langsung masuk surga. Dalam hati saya bertanya: apakah orang tersebut seketika itu masuk surga? Adat Jawa mengenal mendoakan arwah pada hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, dst. Ada yang mengatakan bahwa arwah sebelum 40 hari masih ada di sekitar rumahnya. Arwah Yesus sendiri masih menjumpai orang-orang dekatnya hingga hari ke-40, sebelum Ia naik ke surga (bdk. Kisah 1:3). Jadi, benarkah arwah seseorang langsung masuk surga atau masih di sekitar rumah sampai 40 hari? Mohon penjelasan Rama. Terima kasih.

Liputan Khusus
Pameran Kitab Suci Lintas Agama 

Berbagai cara dilakukan tokoh agama di Kota Semarang untuk menjaga kerukunan umat. Salah satunya yang dilakukan Keuskupan Agung Semarang (KAS) bersama kelima agama lainnya dengan menggelar pameran kitab suci selama dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/12). Acara yang diadakan di Gedung Sukasari, kompleks Gereja Katedral Semarang itu diikuti perwakilan dari enam agama yakni, Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Vikep (Vikaris Episkopal) Semarang Rama AG Luhur Prihadi Pr dalam sambutannya mengatakan, pameran tersebut digelar dengan maksud menunjukkan kepada masyarakat bahwa Semarang merupakan kota yang penuh dengan kasih sayang. Selain itu, pameran tersebut juga merupakan media berkumpulnya para tokoh lintas agama di Semarang.

Cerita Anak
Merayakan Tahun Baru Bersama Para Pengungsi

    Hujan lebat yang turun beberapa hari di akhir tahun 2017, menyebabkan beberapa tempat di desa Margasatwa terendam banjir. Namun untunglah rumah Anin dan Dika Bebek tidak terkena banjir, karena tanahnya tinggi. Anin dan Dika hanya bisa melihat banjir dari balik jendela rumah.
    Tak lama kemudian, di tengah hujan gerimis, Anin dan Dika melihat beberapa orang mengungsi. Tampak juga anak-anak. Melihat itu, Anin dan Dika merasa iba. Mereka segera minta izin ayah dan ibu mereka supaya orang-orang itu bisa mengungsi di rumah mereka. 
    “Ayah, Ibu, kasihan mereka, rumahnya kebanjiran. Biarlah mereka tinggal di rumah kita,” pinta Anin dan Dika. Jawab ayah mereka, “Baik, kita undang mereka.”


SALAM DAMAI majalah umat Keuskupan Agung Semarang….

Dapatkan majalah umat Keuskupan Agung Semarang di:
Kevikepan Yogyakata (Dody - 081215498457); 
Surakarta (Magdhalena Lilis - 085725391700); 
Kedu (Eko - 081325471453); 
Semarang (Lily - 081390887950).
Juga di Toko Devosional Keuskupan, Toko Buku ‘Shekinah’ Semarang, Showroom Penerbit Kanisius Yogyakarta, dan toko rohani & sekretariat paroki. 

No comments