Header Ads

Breaking News

Bolehkah Orang Katolik Bersumpah?



Rama AG Luhur Prihadi pengasuh rubrik Konsultasi Iman yang terhormat. Beberapa waktu lalu, saat pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS), mereka semua diangkat sumpahnya, termasuk mereka yang beragama Katolik. Pertanyaan saya: bolehkah orang Katolik bersumpah? Apakah ada ajaran Gereja yang melarang umatnya bersumpah? Apakah beda antara kata ‘sumpah’ dan ‘janji’? Mohon penjelasan Rama. Terima kasih. Berkah Dalem.

Mikhael - Semarang

Sdr Mikhael dan para pembaca Salam Damai yang terkasih. Mungkin kita bingung saat kita membaca Injil Matius 5:34 yang mengatakan, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah", dan kemudian membaca Injil Matius 23:22, "Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya".
Tentu saja konteks pembicaraan Yesus di dua bagian Injil tersebut berbeda. Yesus melarang sumpah, karena di zaman Yesus orang mengatakan perkataan sumpah begitu seringnya, sehingga sepertinya disalahgunakan.
Namun kita bisa mendasarkan pemahaman kita tentang sumpah berdasarkan Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik, yakni pada kanon 1999-1002 sebagai berikut :
Kan. 1199 § 1  Sumpah, yakni menyerukan Nama ilahi sebagai saksi kebenaran, tidak dapat diberikan, kecuali dalam kebenaran, penilaian dan keadilan.
Kan. 1199 § 2  Sumpah yang dituntut atau diizinkan oleh kanon-kanon, tidak dapat diberikan secara sah dengan perantaraan seorang yang dikuasakan.
Kan. 1200 § 1  Yang dengan bebas bersumpah bahwa akan berbuat sesuatu, berdasarkan keutamaan religi terikat kewajiban khusus untuk melaksanakan apa yang diperkokoh dengan sumpahnya.
Kan. 1200 § 2  Sumpah yang didesakkan dengan muslihat, paksaan atau ketakutan besar, tidaklah sah demi hukum sendiri. 
Terkait dengan janji dalam nama Allah, Katekismus Gereja Katolik 2147 (KGK 2147)  mengajarkan: Janji yang diberikan kepada seseorang atas nama Allah mempertaruhkan kehormatan, kesetiaan, kebenaran, dan wewenang Allah. Mereka harus dipatuhi tanpa syarat. Siapa yang tidak mematuhinya, menyalahgunakan nama Allah dan seakan-akan menyatakan Allah seorang pendusta (bdk. 1 Yoh 1:10).

No comments