Header Ads


Breaking News

Tiga Kali Putus, Karena Ibu Tak Restui Pacar



Rama Yeremias terhormat, saya seorang putri Katolik (27 tahun). Beberapa waktu lalu saya putus hubungan dengan pacar saya, sebut saja si A. Ini putus pacaran ketiga kalinya bagi saya. Sedih rasanya. Apalagi putus karena orangtua, khususnya ibu saya tak merestui berpacaran dengan si A. Dua pacaran sebelumnya juga putus karena ibu tak merestui. Rupanya ibu mempunyai kriteria sendiri bagi pacar saya. Kata ibu, itu demi masa depan saya. Saya khawatir akan masa depan saya. Saya tidak tahu sampai kapan saya punya pacar yang direstui ibu. Kalau bapak sih menyerahkan keputusan kepada saya. Mohon bantuan petunjuk Rama. Terima kasih . 

Magdalena – Sleman


Magadalena yang galau, terima kasih untuk curhatmu melalui ruang konsultasi ini. Saya bisa merasakan kegalauan Magdalena, terlebih karena sudah beberapa kali putus pacaran. Marilah kita mengamati persoalan ini dalam konteks lebih luas, terutama kaitannya dengan hal pacaran.

Dalam perjalanan mencapai jenjang pernikahan, seorang laki-laki dan seorang perempuan akan melewati beberapa tahapan, antara lain masa perkenalan, jatuh cinta, pacaran, pertunangan dan pernikahan. Salah satu masa indah penuh rasa sukacita nan gairah adalah masa pacaran. 

Tiap orang memaknai masa pacaran ini secara berbeda-beda. Ada yang menjalani berpacaran hanya sekedar iseng: mencari teman ngobrol sambil makan minum ringan di senja hari atau malam minggu; atau teman mencurahkan isi hati alias curhat. Ada pula yang secara lebih serius memaknai pacaran sebagai kesempatan untuk melakukan proses perkenalan, pendekatan dan penjajakan sebelum sampai pada keputusan final: pernikahan. 

Melalui perjumpaan, percakapan dan bahkan kesalahpahaman serta pertengkaran keduanya, semakin tersingkaplah masing-masing pribadi, sehingga bisa saling mengenal dengan lebih mendalam, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Di sini tentu sangat dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan. 

Sekarang marilah kita kembali pada persoalanmu. Magdalena sudah 3 kali pacaran. Tentunya anda melakukan pacaran dengan orang yang baik dan benar. dengan cara-cara yang sopan demi mencapai tujuan pacaran yakni cocok-tidaknya anda dengan dia dan dia dengan anda. Ketika sedang dilanda rasa cinta yang menggebu-gebu, seringkali orang lupa melihat pacarnya secara utuh, kadang dengan mudah memaafkan kekurangan atau merasa nantinya dia akan berubah menjadi lebih baik. Dalam situasi yang demikian ada baiknya kita membutuhkan pernilaian dari orang lain sebagai bahan pertimbangan sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.

Tiga kali pacaranmu tidak direstui oleh ibu karena tidak sesuai kriterianya. Pernahkah berbicara dari hati ke hati dengan ibu untuk menanyakan alasan, pertimbangan atau pernilaian ibu yang menjadi dasar keberatan atau penolakannya. Mungkin Magdalena dan ibu bisa saling terbuka berkomunikasi sehingga menjadi jelaslah sikap dan keputusan anda dan hilanglah prasangka dan praduga yang mungkin ada diantara anda dan ibu.
Anda mempunyai tanggungjawab untuk mempunyai pacar sesuai dengan kriteriamu. Akan tetapi ibumu yang pasti mengenal Anda juga mempunyai kriteria yang perlu diterima dan dijadikan bahan pertimbangan, karena saya yakin ibumu tidak akan menjerumuskan anaknya dalam hidup perkawinan. 

Mungkin cara ibu memutuskan anda dengan pacar tidaklah benar, tetapi saya mengira ibu pasti punya dasar dan alasannya. Maka, bicaralah berdua dari hati ke hati. Bila menemui kesulitan, peran sang ayah bisa dilibatkan sebagai penghubung komunikasi diantara anda dan ibu. Semoga Anda segera mendapatkan pacar yang cocok serta mendapatkan dukungan seluruh keluarga. Berkah Dalem! # 






No comments