Header Ads

Breaking News

HUT Sampangan: Guyub, Sukacita, Peduli

GUYUB: Tari Payung yang dibawakan oleh PIR dan PIA menyimbolkan keguyuban umat Stasi Sampangan dalam menggereja. (Foto: Goentoer)

Guyub, sukacita, dan peduli, merupakan rangkaian tema kegiatan Panca Windu atau 40 tahun Gereja Santo Paulus Sampangan Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci (SPM RRS) Katedral Semarang. Dimulai dari Misa Pesta Nama, aksi sosial, seminar, olahraga, dialog kebangsaan, lomba nyanyi Kevikepan Semarang, dan memuncak pada Misa Syukur, Minggu (20/8). 

Misa dipersembahkan secara konselebrasi oleh Rama Ign Triatmoko MSF, Rama Materius Kristianto Pr, Rama Agus Suryono Gunadi Pr dan Rama AG Luhur Prihadi Pr sebagai selebran utama. 

Dalam paraliturgi ditampilkan adegan antara satria, raksasa, dan bidadari sebagai gambaran perjalanan hidup beriman dengan berbagai macam upaya, bertapa dengan berbagai macam gangguan, akhirnya memperoleh karunia Allah yaitu sabda Allah sendiri. 
Sementara dalam homili, Rama Luhur menegaskan, kasih Allah disediakan bagi siapapun yang percaya. Maka gereja mengenal istilah insklusif, terbuka, mau menerima siapapun, dan mewartakan kabar gembira kepada siapapun seraya menghargai kebaikan-kebaikan yang ada pada umat lain. 

Inilah yang menjadi pesan Panca Windu Gereja Santo Paulus Sampangan dengan semboyan Guyub, Sukacita, dan Peduli. Keguyuban, kepedulian, sukacita tidak hanya terlihat pada rangkaian kegiatan Panca Windu tetapi sungguh-sungguh dipertahankan setelah perayaan dan terus menjadi perjuangan kita sebagai saksi-saksi Kristus di tengah masyarakat,” terang Rm.Luhur. 

Setelah misa umat menikmati aneka hiburan yang disiapkan panitia. Selain itu juga ada penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba. Hiburan ditutup oleh Dalijo Cs dari Yogyakarta. # Alb. Goentoer Tjahjadi

No comments