Header Ads

Breaking News

Samakah, Yesus Naik ke Surga dan Maria Diangkat ke Surga?



Rama Luhur Pr terhormat, tanggal 25 Mei Gereja merayakan Yesus naik ke surga. Dan tanggal 15 Agustus kita rayakan pula Maria diangkat ke surga. Mengapa kita membedakan ‘Yesus naik’ dan ‘Maria diangkat’? Apakah Maria diangkat ke surga juga dengan badan yang sudah dibangkitkan seperti Yesus? Tentang pengangkatan Maria ke surga, apakah ada dokumen tentang hal tersebut? Mohon pencerahan Rama.

Yovita - Semarang

Sdri Yovita dan pembaca majalah SALAM DAMAI terkasih,
Sebutan untuk Yesus dan Maria dalam hal kenaikan ke surga memang berbeda. Yesus dikatakan “NAIK KE SURGA” sedangkan Maria dikatakan “DIANGKAT KE SURGA”. Perbedaan itu disebabkan karena hakekat kedua pribadi itu berbeda. Yesus yang disebut Isa Almasih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, sehakikat dengan Bapa dan berasal dari Bapa. Maka kalau Yesus menuju surga itu dari diriNya sendiri memang sudah bersifat atau berciri surgawi, berasal dari surga, sehingga Ia tidak perlu diangkat ke surga.
Sedangkan Maria itu manusia biasa seperti kita, tetapi dipilih oleh Allah menjadi bunda Yesus, manusia yang dibebaskan dari noda dosa (Maria Immaculata); namun ia tetap manusia. Maka Maria untuk menuju surga diangkat oleh Allah. Hal yang istimewa adalah Maria mengandung Sang Putra Allah Mahakudus, yang surgawi dan ilahi, maka badan/raga Maria ikut disucikan atau dikuduskan oleh Allah. Meskipun badan Maria yang diangkat ke surga bukan badan yang sudah dibangkitkan seperti Yesus, namun badan Maria dimuliakan oleh Allah sendiri.
Dokumen yang menyatakan ajaran iman bahwa Maria diangkat kesurga, adalah Munificentissimus Deus (Bahasa Latin untuk "Tuhan yang sangat murah hati").  
Pada tanggal 1 November 1950, merujuk pada nama Yesus KristusSanto Petrus dan Paulus, dogma Pembuahan Tak Bernoda, dan kekuasaan pengajarannya, Paus Pius XII menyatakan dogma ini:
Atas dasar kekuasaan dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Suci Petrus dan Paulus, dan atas dasar kekuasaan kami sendiri, kami menyatakan, mengumumkan, dan menetapkan sebagai dogma yang diwahyukan secara ilahi: bahwa Bunda Allah yang tak bernoda, Sang Perawan Abadi Maria, setelah menjalani kehidupan duniawinya, tubuh dan jiwanya diangkat ke dalam kemuliaan surgawi. 
Dokumen ini menjelaskan secara ex cathedra (secara harafiah berarti "dari kursi", merujuk pada sebuah ajaran Paus yang dianggap dilahirkan dengan niat untuk menggunakan kekuasaan infalibilitas) mengenai dogma Maria Diangkat ke Surga. Dokumen ini adalah dogma ex cathedra infalibel kedua yang pernah dikeluarkan oleh seorang Paus, dan yang pertama sejak dogma Infalibilitas Kepausan ditetapkan pada Konsili Vatikan I (1869-1870). Sebelumnya pada tahun 1854, Paus Pius IX mengeluarkan sebuah dogma infalibel berjudul Inffabilis Deus mengenai Pembuahan Tak Bernoda Sang Perawan Maria, yang menjadi dasar bagi dogma Munificentissimus Deus ini. Dogma ini diumumkan secara resmi pada tanggal 1 November 1950. #

No comments