Header Ads

Breaking News

Anak Selalu Bertanya



Elizabeth Wahyu Margareth Indira, M.Pd.,Psi.
Psikolog dan Praktisi Pendidikan Anak
Psikolog Pelangi Kasih-Yayasan Pangudi Luhur
Website: www.psikologisemarang.com


Pertanyaan:
Bu Indira, saya ibu dengan 2 anak. Putri sulung saya berusia 4 tahun sering kali menjengkelkan saya karena selalu bertanya. Apa saja ia tanyakan, bahkan menurut saya hal yang nggak penting pun selalu ia tanyakan dan komentari. Dua tiga kali bertanya masih saya ladeni. Namun lama kelamaan saya capek dan kadang tidak tahu harus menjawab apa. Akhirnya ia sering saya marahi kalau pertanyaan tiada hentinya membuat saya terganggu. Bagaimana caranya supaya ia tidak selalu bertanya sehingga saya tidak jengkel?

Bernadheta Linda – Semarang
Jawaban:
Bu Linda terkasih, bersyukurlah memiliki anak yang mampu bertanya dan menyampaikan pendapatnya. Tidak sedikit  lho anak berusia lebih dari 4 tahun yang belum mampu berbicara dengan lancar dan harus menjalani terapi wicara.
Perkembangan anak di usia 2 hingga 4 tahun biasanya memang ditandai dengan pembentukan kemampuan kognitif untuk memahami mengapa suatu hal dapat terjadi. Bagi anak anda tentu akan terpancing dengan berbagai kejadian yang ia lihat atau alami. Misalnya ia akan heran mengapa pohon bisa bergoyang saat tertiup angin, mengapa anjing menggonggong dan hal lainnya.
Anak anda menunjukkan keingintahuan yang besar untuk memahami dunia di sekelilingnya. Sebenarnya anak-anak di usia ini tidak membutuhkan penjelasan sebab akibat yang rumit. Namun mereka membutuhkan perhatian dan menginginkan anda bercerita apa saja yang ia tanyakan.
Banyak keuntungan yang didapat anak bila ia memiliki berbagai pertanyaan yang dapat anda jawab. Antara lain adalah menambah perbendaharaan kata anak, pemahaman akan arti kata menjadi lebih baik dan meningkatkan rasa ingin tahu. Anak akan terlatih untuk berpikir kritis dan informasi baru yang ia terima akan memperkaya pengetahuannya.
Jadi tidak ada alasan untuk tidak menjawab pertanyaan anak anda bukan? Bila anda bersikap cuek, menjawab seadanya bahkan memarahinya akan berdampak membuat anak anda  merasa kecewa sehingga ia enggan untuk bertanya lagi dan tidak akan memperoleh informasi baru.
Perlu Ibu Linda perhatikan saat menjawab pertanyaan anak adalah gunakan kalimat sederhana, hargai pertanyaan anak meski menurut anda hal itu merupakan sesuatu yang tidak penting dan jawablah dengan benar serta penuh perhatian. Bila ada pertanyaan yang tidak mampu anda jawab maka jujurlah pada anak. Setelah itu ajak anak untuk bersama-sama mencari sumber informasi lainnya misalnya bertanya pada ayahnya, guru, mencari referensi dari buku atau internet. 
Saya percaya bila Ibu Linda menerima dan menghargai pertanyaan yang diajukan putri tercinta dan memberikan perhatian yang penuh maka anak anda akan menjadi pribadi yang percaya diri, mampu berpikir kritis dan memiliki pengetahuan yang luas. Tentu hal ini akan membanggakan anda kan? Namun bila Bu Linda menjadikan hal ini sebagai beban dan pengalaman yang menjengkelkan maka anak anda akan menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan mematikan rasa ingin tahunya. Pilihan ada pada anda. Selamat mendampingi putra putri cerdas dengan penuh kesabaran, perhatian dan cinta. Berkah Dalem.

No comments