Header Ads

Breaking News

Sinopsis Majalah SALAM DAMAI Edisi 90 Vol 09 (APRIL 2017)


Tema: Uskup Baru


Menyuguhkan beragam rubrik informatif dan menarik, antara lain:

Fokus   
Kita Punya Uskup Baru
Sabtu, 18 Maret 2017, saat memimpin misa di Gereja Katedral Semarang, Administrator Diosesan KAS, Rama FX Sukendar Wignyosumarta Pr, menyampaikan berita terbaru yang  mengejutkan sekaligus  menggembirakan:
“Atas mandat Nuntio Apostolik untuk Indonesia, Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi, hari ini, Sabtu, 18 Maret 2017, pukul 18.00 WIB (pukul 12.00 waktu Roma), diumumkan untuk Umat Allah Keuskupan Agung Semarang: ‘Bapa Suci Fransiskus, telah memilih Rama Robertus Rubiyatmoko Pr (Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang), menjadi Uskup Agung Semarang.”

Sontak, seluruh umat bertepuk tangan menyambut berita membahagiakan tersebut. Berita ini tak hanya menggemparkan umat KAS, namun seluruh umat Katolik Indonesia. Kabar gembira ini begitu cepat tersebar. Berita itu juga menjadi viral di media sosial. 

Salam Damai sebagai media Keuskupan Agung Semarang menyajikan sajian khusus dan wawancara eksklusif dengan Mgr Rubiyatmoko, dalam edisi April 2017.


Sapaan Gembala (Rama FX Sukendar Pr)
Sukacita Menyambut Uskup Baru
Sukacita memenuhi hati kita, begitu Bapa Suci Fransiskus menganugerahkan uskup baru untuk Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Pengumuman penting untuk anugerah uskup agung kita terima pada hari Sabtu, 18 Maret 2017, pukul 18.00 WIB atau pukul 12.00 waktu Roma. 

Anugerah Uskup kita sambut dalam sukacita penuh. Beberapa saudara juga tanya tentang apa rencana, bahkan visi Uskup Semarang yang baru. Pertanyaan ini dengan latar belakang keseharian kita dengan pimpinan politik atau pemimpin organisasi sosial kamasyarakatan yang  baru. Ada hal yang tidak sama terkait dengan kepemimpinan pelayanan di Keuskupan serta Gereja kita. Pola kepemimpinan pelayanan dalam Gereja adalah hierarkis universal sekaligus setempat lokal Gereja KAS. 

Inspirasi Iman
Antonius Ariyanto: Rumahku Tersambar Petir
Siang itu, langit seakan geram dan meluapkan amarahnya dengan petir yang sambar menyambar.  “Beberapa kaca jendela kami pecah. Kami begitu kaget dan takut,” ucap Antonius. 

Lanjutnya, “Akibat suara petir yang keras dan kaca-kaca yang pecah, Bapakku Ignatius Ngatemo yang sempat berada di ruang depan, tiba-tiba jatuh pingsan. Terdengar suara ‘gedhebug’! Aku segera ke ruang depan dan mendapati ayah sudah tergeletak dengan beberapa luka akibat serpihan kaca.”

Dalam refleksinya, Anton percaya hanya belas kasih Allah sajalah yang melindunginya bersama keluarga. Ini merupakan sapaan dari Tuhan, bahwa Ia tak pernah meninggalkannya, bahwa Ia sangat mencintainya. “Lalu apa balasan saya kepada Tuhan?” Pertanyaan refleksi ini ia tanyakan kepada dirinya.

Konsultasi Keluarga
Anakku Pacaran dengan Frater?
Rama Yeremias terhormat, saya mempunyai anak gadis (20 tahun) yang berkuliah di Jakarta. Ia sangat dekat dengan saya, dan segala sesuatu diceritakan kepada saya. Salah satu yang ia ceritakan adalah saat ini ia berpacaran dengan seorang frater. Ia mengenal frater ini saat kegiatan Gereja dan sudah berjalan 1 tahun. Saya sudah menasehati anak saya supaya jangan ‘mengganggu’ frater itu, tapi ia bilang bahwa frater itu yang sering mengajaknya ketemuan. Saya khawatir, anak saya nanti yang malah menyebabkan frater itu tidak sampai menjadi imam. Mohon saran Rama. Terima kasih. Berkah Dalem. 

Konsultasi Iman
Kejamkah Allah dalam Penyaliban Yesus?
Rama Luhur terkasih, sejak Februari kemarin saya mengikuti latihan visualisasi kisah sengsara Yesus. Saat latihan muncul pertanyaan: mengapa Yesus harus menderita, sengsara dan wafat di kayu salib? Seorang pelatih visualisasi menjawab: karena sengsara dan wafat Yesus itu merupakan pusat rencana penyelamatan Ilahi. Lalu spontan saya berkata, “Betapa kejam Allah dengan rencana tersebut. Apakah Allah tidak bisa membuat rencana lain untuk menyelamatkan manusia?” Pertanyaan itu pula yang ingin saya tanyakan kepada Rama: apakah Allah tidak  mau menggunakan cara-cara yang tidak kejam. Terima kasih.

Konsultasi Anak
Kegundahan Istri Mantan Narapidana
Membaca Majalah Salam Damai tentang pastoral penjara membuat saya memberanikan diri untuk menulis pertanyaan di rubrik Konsultasi Anak yang diasuh Bu Ira. Suami saya adalah seorang mantan narapidana dan sudah bebas sejak tiga tahun yang lalu. Kami memiliki 3 orang anak. Putri sulung sudah SMP kelas IX, putri kedua kelas 6 SD dan putri bungsu kelas 4 SD. Memang saat ini mereka tahu bahwa ayahnya mantan narapidana, namun mereka memahami kondisi ini dan menerima kembali ayahnya. Namun saya mulai khawatir  dengan putri pertama saya yang menginjak remaja, karena ia sering murung dan ketika saya tanya sebenarnya ia malu sering diejek teman sekolahnya. Bahkan SMA nanti ia minta untuk sekolah di luar kota saja untuk meghindari diejek temannya. Sebaiknya apa yang harus saya lakukan sebagai ibu untuk mendampingi anak-anak agar mereka tidak terganggu psikologisnya dengan status anak mantan narapidana? 

SALAM DAMAI majalah umat Keuskupan Agung Semarang….

Dapatkan majalah umat Keuskupan Agung Semarang di:
Kevikepan Yogyakata (Dody - 081215498457); 
Surakarta (Magdhalena Lilis - 085725391700); 
Kedu (Eko - 081325471453); 
Semarang (Lily - 081390887950).
Juga di Toko Devosional Keuskupan, Toko Buku ‘Shekinah’ Semarang, Showroom Penerbit Kanisius Yogyakarta, dan toko rohani & sekretariat paroki. 

No comments