Header Ads

Breaking News

Mgr Rubi: 70% Karena Pura-Pura

SEMINAR: Mgr Robertus Rubiyatmoko menjadi narasumber seminar perkawinan di Paroki St Petrus Sambiroto. (Foto: Didik)
Ada kisah menarik saat Gereja St Petrus Sambiroto Semarang mengadakan seminar 'Perkawinan Katolik menurut Hukum Gereja', Minggu (19/3). Seminar ini menampilkan narasumber Rama Dr Robertus Rubiyatmoko Pr. 

Sehari sebelumnya, peserta hanya seratusan. Namun usai Pastor Kepala Rama FX Agus Suryana Gunadi Pr membacakan pengumuman uskup baru dalam misa Sabtu sore, sontak animo pendaftar melejit tinggi, mencapai empat ratusan lebih. Malah ada yang datang dari luar Kota Semarang. 

Ini merupakan anugerah bagi Gereja Sambiroto, demikian ucap Rama Agus. “Kita bersyukur, boleh ‘inreyen’ Yang Mulia Mgr Dr Robertus Rubiyatmoko,” ucapnya. Antusias umat pun tak kalah semangatnya. 

Mgr Rubiyatmoko menuturkan,  hingga bulan September 2016,  dari data diperoleh angka 160 kasus pembatalan perkawinan yang telah diajukan kepada Gereja. Ia mengakui,  setiap tahunnya selalu muncul kasus pembatalan perkawinan. "70% diantaranya dari kasus pembatalan tersebut adalah kepura-puraan dan tidak serius dalam menjalani perkawinan,” ujarnya. Hal lain yang menyebabkan pembatalan perkawinan di antaranya,  perkawinan yang diawali dengan keterpaksaan, KDRT, dan LGBT. 

Tentang kasus LGBT ini Gereja tidak bisa menikahkan secara Katolik, meski Gereja tidak menolak kehadiran mereka. LGBT ini sangat menular dan menyebabkan efek ketagihan. Diharapkan peran orangtua dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengawasi perkembangan jiwa putra-putrinya. 
Seminar yang tergolong ‘berat’ ini, menjadi ringan karena Mgr Rubi membawakannya dengan humoris dan contoh-contoh yang menarik. Seminar pun ‘molor’ menjadi 1 jam dari waktu yang ditentukan. # Didik


No comments