Header Ads


Breaking News

Suami Sayang-sayangan di SMS




Yth RamaYeremias, saya seorang perempuan yang sudah menikah dan dikaruniai 2 anak. Saya mau bertanya, akhir-akhir ini suami saya sering SMS-an dengan teman perempuannya, bahkan memakai kata ”sayang”. Namun setiap kali saya tegur, katanya hanya teman biasa. Apakah sikap suami saya ini sudah tergolong perselingkuhan? Mohon masukan Rama, supaya suami tak lagi SMS-an seperti itu lagi. Terima kasih.   

Priskila – Magelang

Pertama-tama terima kasih untuk kejujuran dan keterbukaan Priskila membagikan persoalan yang sedang dihadapi dalam keluargamu, terutama mengenai gaya dan nada komunikasi yang ‘spesial’ dari suamimu dengan teman perempuannya. Saya yakin persoalan tersebut, juga dialami banyak keluarga lain meski bobotnya berbeda. 

Dalam dunia gadget dewasa ini terbukalah kesempatan luas dimana orang bisa berelasi dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja, dengan cara yang cepat dan mudah. Orang dapat berinteraksi dari hal-hal umum, basa-basi sampai kepada hal-hal pribadi, privat dan rahasia. 

Perkawinan menurut paham Katolik adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pria dan seorang perempuan membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, yang dari sifat kodratinya terarah kepada kesejahteraan suami-istri serta pada kelahiran dan pendidikan anak. Perkawinan membentuk bagi suami istri suatu kebersamaan seluruh hidup, menyatu senasib dan sepenanggungan dalam suka dan duka, untung dan malang, sehat dan sakit. Maka perkawinan Katolik hanya menghendaki perkawinan yang monogam dan tidak akan pernah membuka ruang dan peluang bagi poligami, poliandri, TTM (teman tapi mesra), TTS (teman tapi sayang-sayangan). 

Lalu… bagaimana dengan SMS dari suami Priskila dengan sapaan “sayang” kepada teman wanitanya? Apakah sudah masuk kategori perselingkuhan atau masih dalam batas pertemanan biasa?  Perlu diketahui bahwa dalam pergaulan sehari-hari sering kita dengar sapaan atau ungkapan bernada khusus yang disampaikan seseorang kepada teman atau sahabatnya. Misalnya, antara sesama perempuan terkadang saling menyapa dengan sebutan: hai say, hello cantik, hai darling. Sementara banyak kaum pria menyapa teman perempuannya dengan panggilan: hai cantik, hello honey, hai sayang, hello cinta atau baby. Ungkapan dan panggilan tersebut khususnya diantara mereka yang telah saling kenal baik lebih menunjukkan  tanda kedekatan dan keakraban. Meski tidak semua orang senang dipanggil dengan sebutan demikian, tetapi diantara orang-orang yang sudah lama bersahabat dan saling mengenal, panggilan yang bernada mesra atau sayang tersebut hanyalah ungkapan keakraban semata. 

Akan tetapi akan lain cerita atau reaksinya apabila suatu saat anda menemukan di HP pasangan anda kata-kata atau panggilan mesra dan sayang-sayangan yang ditujukan kepada teman perempuan atau sahabat prianya. Reaksi Anda bisa saja marah, tidak suka bahkan timbul kecurigaan, karena bagi Anda ungkapan dan panggilan tersebut mempunyai konotasi khusus dan hanya diucapkan serta diterapkan diantara pasangan suami-istri. Sedangkan bagi orang-orang lain bisa saja panggilan mesra tidak berimplikasi jauh karena bagi mereka sapaan tersebut hanya menandakan rasa kesaudaraan. 

Nah, nampaknya persepsi Priskila dan suaminya mengenai sapaan ‘sayang’ berbeda sehingga reaksinya pun berbeda diantara keduanya. Untuk itu perlu keterbukaan dan kejujuran untuk mengkomunikasikan persepsi masing-masing sehingga tidak saling curiga dan menyakiti. 

Di sisi lain, perkawinan Katolik juga mensyaratkan totalitas kesetiaan suami istri, maka godaan-godaan untuk menghadirkan pihak ketiga harus dihindarkan agar hidup perkawinan Anda mendatangkan rahmat. Berkah Dalem! # 

No comments