Header Ads

Breaking News

Sinopsis Majalah SALAM DAMAI Edisi 89 Vol 09 (MARET 2017)



Tema: Pastoral Penjara


Menyuguhkan beragam rubrik informatif dan menarik, antara lain:

Fokus   
Membangkitkan Martabat Pelaku Khilaf di Penjara

“Saya memang khilaf,” kata Alexander dengan suara lirih, mengenang kisah 13 tahun lalu yang membuatnya mendekam di penjara Kedungpane Semarang
hingga saat ini. Ia melakukan pembunuhan dan sangat menyesali perbuatannya itu. Hari-harinya di penjara adalah perjuangan untuk melawan keputusasaan dan menumbuhkan harapan. Dan dia merasa, Yesus mendampinginya dalam perjuangan itu.

Memang tidak semua perjalanan hidup manusia berlangsung dengan mulus dan penuh dengan keberuntungan.  Ada kalanya manusia jatuh ke dalam jurang penderitaan, karena perbuatan sendiri atau perbuatan orang-orang di luar dirinya. Bagian dari jurang penderitaan itu adalah hidup dalam penjara, sebagaimana yang dialami oleh Alexander. Bagaimanakah Gereja bersikap pada orang-orang yang terpenjara ini?

Sikap Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, sangat jelas. Penjara haruslah jadi tempat pendidikan dan reintegrasi ke masyarakat. Melalui usaha yang sangat keras, para narapidana bisa mengubah jeruji penjara sebagai “pintu suci” untuk meningkatkan martabat mereka. Para imam harus membantu mereka untuk lebih dekat dengan Allah Bapa. 


Pastoralia
Gagasan Dasar APP 2017

Memasuki tanggal 1 Maret 2017, Gereja Katolik memasuki masa Prapaskah yang ditandai dengan perayaan Rabu Abu. Panitia Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Agung Semarang (APP KAS) telah mempersiapkan tema dan renungan serta teks Jalan Salib. Tema APP 2017 adalah Aku Pelopor Peradaban Kasih. Terkait gagasan dasar tema tersebut, inilah penjelasan Rama Alexius Dwi Aryanto Pr -Ketua Panitia APP KAS-. 

Liputan Khusus
Temu Kebatinan ke-31

Semua manusia itu bersumber dari Pencipta yang sama, sehingga tidak dibenarkan orang meng-kafir-kafirkan orang lain karena berbeda aliran, agama dan keyakinan. Demikian disampaikan 
Dr Nurul Arifin Husein, MBA (Gus Nuril) -Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal, Semarang, dalam Temu Kebatinan Katolik (TEBAT), di kompleks gereja Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), Sabtu-Minggu (18-19/2).

Lebih lanjut Gus Nuril mengajak pandhemen Tebat untuk membuka hati kepada Sang Pencipta agar seseorang menjadi pribadi yang inklusif, inovatif dan transformatif. “Untuk mempunyai daya ubah dalam diri kita, kita perlu penyertaan Ruh al Qudus. Dan Roh Kudus yang berasal dari Gusti Allah itu akan turun menyertai kita jika kita mau membuka hati. Kita harus melepaskan kepentingan daging dan mengarahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan,” lanjutnya. 

Konsultasi Keluarga
Bingung, Antara Gereja dan KUA

Yth Rama Yeremias, hampir enam bulan ini saya berselisih dengan ayah, karena ayah ingin menikah lagi dengan seorang janda (53 tahun) katolik. Perlu diketahui, ayah (56 tahun) duda setelah ibu meninggal 2,5 tahun lalu. Dan ayah sudah dipanggil kakek oleh anak saya. Saya sendiri anak tunggal. Saya tidak setuju karena ayah sudah tua dan dipanggil kakek. Sedangkan alasan ayah karena merasa kesepian dan tidak mau merepotkan keluarga saya serta tidak ada halangan hukum Gereja karena janda tersebut suaminya juga meninggal. Mohon petunjuk Rama. Berkah Dalem! 

Konsultasi Anak
Mendidik Anak Kembar

Bu Ira yang terkasih, saat ini saya sedang merasakan sukacita namun juga bingung. Setelah menanti selama 5 tahun akhirnya keluarga kami dikaruniai anak. Tentu saja kami bahagia dengan kehadiran buah hati. Namun yang membuat kami bingung anak kami kembar. Menggemaskan namun sering juga melelahkan. Yang ingin saya tanyakan bagaimana mendidik kedua putri kembar kami? Apa yang sebaiknya kami lakukan agar dapat merawat dan mendidik dengan baik?

Inspirasi Iman
Perpanjangan Tangan Tuhan

 “Dokter, tolong, pasien A jantungnya berhenti….” Dokter Mario segera bergerak cepat. Berbagai usaha dilakukan, termasuk resusitasi jantung pasien. Setelah berbagai usaha, jantung si A kembali mau berdenyut. Dokter Mario dan para perawat pun bisa menghela nafas lega. Itulah suasana di ruang ICU Rumah Sakit St Elisabeth Semarang manakala kegawatan terjadi. 
“Saya bersyukur, selama bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Elisabeth (RSE) Semarang ini, saya  melihat langsung kuasa Tuhan bekerja menyembuhkan pasien,” ujar dokter Yohanes Mario Vianney (31) haru.


SALAM DAMAI majalah umat Keuskupan Agung Semarang….

Dapatkan majalah umat Keuskupan Agung Semarang di:
Kevikepan Yogyakata (Dody - 081215498457); 
Surakarta (Magdhalena Lilis - 085725391700); 
Kedu (Eko - 081325471453); 
Semarang (Lily - 081390887950).
Juga di Toko Devosional Keuskupan, Toko Buku ‘Shekinah’ Semarang, Showroom Penerbit Kanisius Yogyakarta, dan toko rohani & sekretariat paroki. 

No comments