Header Ads


Breaking News

Pensil Kecil di Tangan Tuhan

Dr dr Rizaldy Taslim Pinzon, MKes, SpS


Ada dua motto hidup yang menjadi pegangan Dr dr Rizaldy Taslim Pinzon, MKes, SpS dalam menjalani profesinya sebagai dokter spesialis syaraf. Motto itu didapatnya selama menimba ilmu di SMU Kolese Debritto Yogyakarta.

“Saya terinspirasi oleh motto hidup Santo Ignatius Loyola yaitu  Man for others (jadilah berkat bagi orang lain), dan Ad Maiorem Dei Gloriam (lakukanlah demi semakin dimuliakan nama Tuhan). Kedua motto itu coba saya hayati selama menjalani profesi saya sebagai dokter spesialis syaraf dan dosen,” ujar lulusan Spesialis Syaraf dan Magister Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Sehari-hari ia bekerja di Rumah Sakit Bethesda Yogyakara dan mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) serta beberapa fakultas kesehatan lain. Sebagai dosen, ini dikenal ramah dan membuka ruang diskusi bagi mahasiswanya. 

“Saya selalu mencoba memberi teladan dan contoh bahwa profesi dokter adalah pembelajaran seumur hidup. Bila seseorang menjadi dokter maka ia harus mau terus belajar tanpa henti demi kebaikan pasien-pasien yang dirawat dan pengembangan profesinya,” ujar neurolog suami dokter Marlyna Afifudin, SpM ini.

Penyakit saraf yang umum dijumpai dokter Pinzon adalah stroke, nyeri, epilepsi, dan parkinson. Umat Paroki Maria Asumpta Pakem, Yogyakarta ini dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya hanyalah sarana Tuhan menyembuhkan pasien, seraya mengutip kata-kata ibu Teresa, "Saya ini hanyalah pensil kecil di tangan Tuhan." # Ivonne Suryanto

No comments