Header Ads

Breaking News

Mendidik Anak Kembar



Elizabeth Wahyu Margareth Indira, M.Pd.,Psi.
Psikolog dan Praktisi Pendidikan Anak
Psikolog Pelangi Kasih-Yayasan Pangudi Luhur


Pertanyaan:
Bu Ira yang terkasih, saat ini saya sedang merasakan sukacita namun juga bingung. Setelah menanti selama 5 tahun akhirnya keluarga kami dikaruniai anak. Tentu saja kami bahagia dengan kehadiran buah hati. Namun yang membuat kami bingung anak kami kembar. Menggemaskan namun sering juga melelahkan. Yang ingin saya tanyakan bagaimana mendidik kedua putri kembar kami? Apa yang sebaiknya kami lakukan agar dapat merawat dan mendidik dengan baik?

Bernadheta Handayani – Semarang


Jawaban:
Selamat ya Bu atas kelahiran buah hati yang telah lama dinanti. Tentu kedua putri kembar Ibu Bernadheta membawa kebahagian dan sukacita di dalam keluarga. Mendapat karunia anak kembar selain membawa kebahagiaan juga memiliki tantangan tersendiri dalam merawat dan mendidiknya. Kesiapan secara mental, fisik dan tentu saja secara finansial sangat dibutuhkan oleh kedua orang tua.

Kecenderungan orangtua yang memiliki anak kembar seringkali memperlakukan mereka dengan cara yang hampir sama. Misalnya dalam memilih nama, baju, mainan dan dalam hal memperlakukan mereka. Nah, yang perlu Ibu sadari adalah meskipun mereka anak kembar namun masing-masing merupakan manusia yang unik dengan karakter dan kepribadian yang berbeda.

Tak bisa dipungkiri bahwa secara genetik mereka memiliki banyak kesamaan. Akan tetapi sebagai pribadi mereka tentu berbeda, sehingga sebaiknya dalam mengasuh pun tidak harus sama persis.

Ada beberapa saran dari saya yang dapat Ibu Bernadheta lakukan. Pertama, meskipun memiliki anak kembar akan sangat lucu dan menggemaskan bila mengenakan baju yang sama baik model dan warnanya, namun alangkah baiknya bila anda tidak harus selalu mengenakan baju yang juga kembar bagi kedua putri. Ajarkan kepada mereka untuk bisa memahami bahwa ia dan saudara kembarnya adalah dua individu yang berbeda disamping memiliki banyak kesamaan. Mainan yang dibelikan pun tak harus sama. Karena dengan mainan yang berbeda mereka akan belajar untuk saling berbagi dan bermain bersama.

Kedua, dengan semakin bertambahnya usia si kembar maka dorong mereka untuk menjadi diri sendiri. Misalnya bila mereka memiliki minat dan keinginan yang berbeda adalah sesuatu yang wajar. Artinya menjadi kembar tak harus selamanya sama. Jadi hargai perbedaan dan keunikan dari masing-masing anak.

Ketiga, hal ini terkait dengan saran saya sebelumnya ialah tidak membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Misalnya bila nanti secara fisik mereka berbeda karena ada yang lebih tinggi atau perbedaan fisik lainnya. Atau bila mereka masing-masing memiliki potensi kecerdasan dan minat yang berbeda, sebaiknya juga jangan jadi dibanding-bandingkan. Hargai setiap individu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Keempat, orangtua perlu memiliki waktu khusus dengan masing-masing anak secara terpisah agar semakin mengenal mereka secara pribadi. Berikan kasih sayang dan perhatian bagi setiap anak agar mereka merasa berharga dan dicintai oleh kedua orangtua. Pada dasarnya mengasuh dan mendidik anak kembar hampir sama dengan mengasuh anak pada umumnya. Namun perlu kekompakan terutama dari kedua orangtua karena tentu saja secara fisik dan psikis memerlukan lebih banyak perhatian.  
Kelima, kenali mereka secara pribadi termasuk kebiasaan dan cara pendekatan pola asuh yang tepat untuk masing-masing anak. Membesarkan anak kembar adalah sebuah berkat. Setiap tahap usia anak memiliki tantangan tersendiri. Learning by doing. Saya percaya anugrah anak kembar akan membawa berkah dan sukacita tesendiri bagi keluarga Ibu Bernardheta. Berkah Dalem. # 

No comments