Header Ads

Breaking News

Gubernur Hadiri Natal Bersama

Rama Sukendar (dua kiri) bersama Gubernur Ganjar Probowo dan ketua DPRD Jateng Rukma Setya Budi (dua kanan) serta jajaran Muspida menyalakan lilin Natal lambang perdamaian di muka bumi. (Foto: Elwin)

Gubernur ke-14 Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk bisa merawat perbedaan dengan sensivitas dan rasionalitas yang membuat berpikir jernih serta tidak mudah diadu domba seiring dengan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini.

"Kenapa harus saling memaksakan? Yang mayoritas tidak boleh menindas, sementara yang minoritas bisa berdialog. Masing-masing (kelompok, red.) harus tahu diri hidup dalam NKRI," kata Ganjar saat menghadiri Perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 Provinsi Jateng yang digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja,kompleks Gubernuran Jateng, Semarang, Jumat (13/1).

Ganjar mengatakan, “Realita hari ini, orang gampang dibenturkan. Orang merasa sayalah yang paling benar, anda salah." Menurutnya, perasaan paling benar itu kemudian dibumbui dengan sesuatu yang menjadikan propaganda yang entah benar atau tidak, tetapi bisa menyulut rasa saling benci.

Dalam kesempatan memberi renungan, Administrator Diosesan Rama FX Sukendar Pr, mengajak seluruh hadirin untuk mewujudkan peradaban kasih, seperti dicita-citakan dalam Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS). “Marilah kita mewujudkan peradaban kasih untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, bermartabat dan beriman,” ucapnya. 

Sementara itu, Sekretaris DPRD Jateng Indra Surya ketua panitia natal menuturkan, berbagai kegiatan memperingati Natal 2016 telah digelar Pemprov Jateng, antara lain bakti sosial berupa pengobatan gratis untuk masyarakat di Desa Cangkrang, Kudus. Baksos ini bekerja sama dengan RSUD Tugurejo Semarang dan RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang.

No comments