Header Ads

Breaking News

Antara Salib dan Orangtua


Segala kebaikan Tuhan itu tercermin dari kebaikan orangtua. Inilah keyakinan Matheus Arief Yudanto usai mengikuti pencurahan Roh Kudus saat Retret Perutusan SEP (Sekolah Evangelisasi Pribadi) OMK di Griya Asisi Bandungan.
"Waktu pencurahan Roh Kudus itu, saya melihat salib dan langsung teringat orangtua saya. Kebetulan saya anak tunggal. Segala kebaikan Tuhan itu tercermin dalam diri orangtua saya. Di situ saya menangis sejadi-jadinya," kenang Arief alumni SEP 2015.

Putra pasutri Antonius Agus Supoyo Suprapto dan Hastin Ismayanti ini mengakui bahwa sebelumnya ia memandang salib itu sebagai sesuatu benda biasa. Tak ada kesakralan dari benda salib itu. Dalam pemahamannya, salib ya hanya kayu biasa dimana patung Yesus tergantung. Namun semua itu berubah ketika ia telah memperoleh pencurahan Roh Kudus.

Arief pun semakin merasa berdosa saat memandang salib karena kurang bersyukur dan tidak bisa melihat Tuhan. Padahal, Tuhan itu bisa mewujud dalam kasih orangtua. Setiap orangtua pasti akan selalu mendidik anaknya dengan segenap hati. Pengertian itu membuat lulusannya lebih bisa menghargai orang lain walaupun mereka kadang membuatnya jengkel.

Salib pun mengajarinya untuk setia. Kadang saat semangat tiba-tiba kendur, Arief terbayang perjuangan Yesus yang juga sempat jatuh, bahkan sampai tiga kali, saat memanggul salib. "Di situ saya menjadi semangat lagi. Prinsip saya, jangan menyerah dengan diri sendiri," pungkasnya.  # Alb. Goentoer Tjahjadi

No comments