Header Ads


Breaking News

Mulai Sekarang, Akulah yang Mengatur Hidupmu

Yohanes Handoko
Mulai Sekarang, Akulah yang Mengatur Hidupmu


Hari itu sepertinya aku sadar terbaring di salah satu bed ICU sebuah rumah sakit ternama Kota Semarang. Tiba-tiba saja ada beberapa sosok hitam mengelilingiku. Mereka menawarkan sekerat roti. Aku menerimanya. Namun segera kubuang roti itu.
Tiba-tiba saja muncul dua sosok putih berkilauan mendekatiku. Aku paham betul tentang sosok itu, seperti yang kukenal dalam gambar-gambar rohani. Ya, aku yakin sosok itu Yesus dan Bunda Maria. Aku pun mendengar dengan jelas suara yang berkata, ‘Mulai sekarang, Akulah yang mengatur hidupmu ....‘  Dan ketika mataku berkedip,
dua sosok itu hilang dari pandanganku.


Peristiwa rohani yang dialami Yohanes Handoko kala terbaring sakit ini menjadi titik bangkit kehidupan rohaninya. Betapa tidak! Oleh dokter yang menanganinya, ia telah divonis terlambat 24 jam saat dibawa ke rumah sakit. Ia mengalami sakit jantung koroner. “Dokter mengatakan saya terlambat 24 jam dibawa ke rumah sakit,” ucapnya saat bercerita peristiwa di bulan November 2016.

Umat Paroki St Maria Fatima Banyumanik, Semarang, ini pun harus ditangani di ruang ICU. Di saat itulah ia mengalami perjumpaan dengan Yesus dan Bunda Maria. Dalam perjumpaan ini ia mengalami suasana damai yang tak terlukiskan. “Serasa seperti rasul Petrus, Yakobus dan Yohanes yang bertemu Yesus, Musa, dan Elia di gunung Tabor. Ketika itu wajah Yesus bercahaya penuh kemuliaan,” ungkapnya merujuk peristiwa dalam Injil Mateus (Mat 17:1-12).

Peristiwa rohani itu dialaminya ketika raganya terlelap dalam tidur. Saat terbangun di pagi hari, seorang perawat menyapanya, “Bapak nyenyak sekali tidurnya.” Handoko sangat yakin dan percaya bahwa sesaat sebelumnya ia mengalami perjumpaan nyata dengan Yesus.

Pengalaman rohani itu sangat diteguhkan oleh pesan seorang imam yang memiliki ‘kelebihan’. Pesan itu disampaikan rama kepada isterinya. Namun pesan tersebut baru disampaikan sang isteri ketika Handoko sudah pulih dan istirahat di rumah.

“Perjumpaan dengan Yesus ini merupakan peristiwa penting dalam hidup saya. Pesan Yesus, ‘Mulai sekarang, Akulah yang mengatur hidupmu’, merupakan perintah Yesus bagi saya untuk menyerahkan seluruh hidup saya kepada penyelenggaraan-Nya. Karena selama ini meskipun sudah sering ikut pelayanan, saya masih sering menggerutu, belum bisa pasrah kepada Tuhan,” aku aktivis Komunitas Sejati Katolik ini.

Bagi Handoko, hidupnya yang sekarang merupakan anugerah atau bonus dari Tuhan. Karena menurut dokter, dengan keterlambatan 24 jam penanganan sebetulnya sudah tak ada harapan. “Namun, Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk ikut mewartakan kasih-Nya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Dan sebagai langkah nyata syukurnya, Handoko tiada henti membagikan pengalaman rohani ini kepada siapa saja. Lewat sharing rohani inilah, ia ingin bersaksi bahwa Yesus itu sungguh nyata dan begitu hidup.


Kini Handoko tampak lebih sehat. Hari-harinya jalani dengan kegembiraan dan sukacita. Dan bersama Bunda Maria, ia pun berseru, “Aku ini hamba Tuhan!” # Elwin

No comments