Header Ads

Breaking News

Hosti Suci Jatuh ke Tanah, Sebaiknya Diapakan?

Yth Rama Luhur terkasih, saya pernah menghadiri misa akbar di lapangan. Karena tiupan angin, hosti suci jatuh di tanah dan oleh prodiakon diambil serta dipegangi terus sambil membagi hosti lainnya. Dan pernah suatu kali saya menerima hosti suci, namun bentuknya sudah sedikit usang dan rasanya kurang sedap. Pertanyaan saya, pertama, apakah sikap prodiakon tadi sudah benar? Lalu hosti yang jatuh tersebut diapakan: diberikan umat atau dicampur dengan hosti lainnya? Kedua, jika kedapatan bentuknya usang dan berjamur, hosti tersebut sebaiknya diapakan? Terima kasih. Berkah Dalem.

Agustine
Sleman


Sdr Agustine dan para Pembaca Salam Damai yang terkasih, Berkah Dalem.

Perayaan Ekaristi adalah pusat dan puncak liturgi Gereja Katolik. Dalam Perayaan Ekarsti itulah terjadi pertukaran suci atau perubahan substansial roti anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus (Hosti Kudus). Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) No 1413 dikatakan: “Oleh konsekrasi terjadilah perubahan hakiki [transubstansiasi] roti dan anggur ke dalam Tubuh dan Darah Kristus. Di dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir itu, Kristus sendiri, Dia yang hidup dan dimuliakan,… hadir sungguh, nyata dan secara substansial dengan tubuhNYA, darahNYA, jiwaNYA dan kodrat ilahiNYA”.

Nah, bagaimana jika terjadi kasus Hosti Kudus itu jatuh saat penerimaan komuni? Dalam keadaan ini, sebaiknya imam atau pelayan komuni segera memungut dan menyantapnya atau menaruh di altar atau meja tabernakel untuk nantinya disantap. Pelayan komuni juga harus memastikan bahwa tidak ada serpihan yang tertinggal di lantai. Tetapi umat yang melihatnya atau dan memastikan tak yang sedang menyambut komuni, bisa langsung mengambil dan menyantapnya. Tetapi jika merasa terganggu dengan soal higienis atau tidak, umat bisa mengambilnya dan memberikan kepada pelayan komuni.

Sedang tentang wujud Hosti Suci yang sudah usang dan berjamur, jika umat mengetahui atau menerimanya baiklah jika memberitahukan kepada Rama atau pelayan komuni supaya hosti yang usang atau berjamur dilarutkan dalam sacrarium (bak khusus dalam sakristi yang langsung mengalir ke tanah, bukan ke pipa pembuangan air); (Lihat Pedoman Umum Misale Romawi, no. 280). Tentu saja kondisi usang atau berjamur tidak mengubah substansi Hosti Suci yakni Tubuh Kristus. Para pelayan komuni bertugas untuk melihat apakah Hosti Suci di dalam tabernakel dalam kondisi baik/layak untuk disantap.

Kepada umat yang menyambut komuni, perlu memperhatikan hal ini. Ketika menyambut Komuni Kudus, jika dengan lidah, penerima hendaknya membuka mulut agar Hosti Kudus dapat dimasukkan dalam mulut dengan aman atau jika dengan tangan, penerima hendaknya mengatur tangan secara pantas agar Hosti Kudus dapat diterima dengan aman. Setelah menerima Hosti di tangan, ambil satu langkah ke samping, dengan tetap menghadap altar santaplah Komuni Kudus, baru berbalik menuju bangkunya.


Selamat Natal 2016 – Tahun Baru 2017!   Berkah Dalem. #

No comments