Header Ads


Breaking News

Syukur Hari Ulang Tahun ke-30, Menimba Rahmat di Goa Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih

Goa Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih diresmikan pada tanggal 8 September 1986 pada Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Goa Maria Sendang Jatiningsih ini terletak di Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu, tepatnya di tepi Sungai Progo di desa Jitar, Sumberarum, Moyudan, Sleman. Keheningan suasana desa ditambah suara aliran sungai Progo mengiringi doa setiap peziarah yang datang ke Goa Maria ini.

Tahun ini Goa Maria Sendang Jatiningsih berusia 30 tahun. Rangkaian peringatan hari ulang tahun Goa Maria Sendang Jatiningsih dimulai sejak tanggal 9 September hingga 12 September. Pada tanggal 9 September dilaksanakan kenduri bagi warga desa di sekitar Goa Maria. Tanggal 10 September diadakan pentas seni dan pemberian bantuan bagi SD dan TK Kanisius di wilayah Paroki Klepu.

Misa syukur hari ulang tahun ke-30 Goa Maria Sendang Jatiningsih dilaksanakan pada hari Minggu, 11 September 2016 dipimpin oleh Rm. JB. Mardikartono, SJ bersama dengan tiga Rama Paroki Klepu, yaitu Rm FX. Murdisusanto, Pr, Rm Agustinus Giyono, Pr, Dan Rm Johanes Wegig Hari Nugroho, Pr. Misa dimulai pukul 10.00 dan diiringi koor dari komunitas Garuda Katolik Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Dalam homilinya, Rm Mardi, SJ mengatakan bahwa Goa Maria Sendang Jatiningsih menjadi tempat untuk memohon rahmat melalui Bunda Maria kepada Yesus. Rama yang membaptis umat pertama kali di Sendang Jatiningsih ini juga mengatakan bahwa kita tidak boleh membiarkan dan meninggalkan sesama kita yang membutuhkan bantuan. Semua manusia harus diterima dengan sukacita seperti Tuhan dan Bunda Maria yang tidak pernah membiarkan umat-Nya sekalipun mereka selalu berbuat dosa di hadapan Tuhan. Dalam misa ini juga diadakan pemberkatan relief baptisan pertama di Goa Maria Sendang Jatiningsih dan pemberkatan Sumur Yakub yang melambangkan Yesus yang memberikan air hidup kepada seorang wanita Samaria. Air hidup itulah yang kita minta kepada Tuhan di Goa Maria Sendang Jatiningsih ini.

Setelah misa dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang meliputi pertunjukan tari dan pementasan wayang. Pementasan wayang purwa lakon Laire Abimanyu dilakukan oleh dalang cilik Rafael Raga, siswa SMP PL Moyudan. Setelah pementasan wayang purwa oleh dalang cilik selesai dilanjutkan pementasan wayang wahyu dengan lakon Kadarmaning Dawud oleh Br. Frans Sugi, FIC. Rangkaian acara peringatan HUT ke 30 Goa Maria Sendang Jatiningsih ini ditutup dengan wayangan semalam suntuk oleh dalang Ki Suranto dengan lakon Jagal Bilawa. *Monica Warih WK

No comments