Header Ads


Breaking News

Fransisca Lanny - Dipanggil untuk Mendoakan Para Arwah

Prosesi kremasi belumlah dimulai saat seorang prodiakon mulai membaca tata urutan ibadat mengantar arwah. Dalam keheningan doa, samar-samar terlihat sosok di sebelah  kanan jenazah. Sosok tersebut hanya tersenyum, seolah ingin mengucapkan rasa terima kasih. Namun tiba-tiba dalam hitungan detik sang sosok lenyap dari pandangan mata.

Takut dan kaget, tentu saja. Dalam keterkejutan, hanya doa yang mampu dilantunkan seraya bersyukur dan mendoakan sosok tersebut. Usai berdoa baru sadar bahwa sosok itu adalah pemilik raga yang sebentar lagi akan dikremasi. 

Itulah salah satu pengalaman tak terlupakan yang dialami Fransisca Lanny. Wanita  berusia enampuluh lima tahun yang tinggal di Jalan Brumbungan Semarang ini memang memiliki karunia penglihatan yang jarang dimiliki kebanyakan orang.

Umat Paroki St Fransiskus Xaverius, Kebon Dalem, Semarang ini pun berkisah mula pertama memperolah karunia dari Tuhan. Menurutnya, karunia penglihatan ini ia peroleh ketika dirinya bersama sang suami tercinta ketika mengikuti kegiatan retret di Pertapaan Karmel, Cikanyere, Cianjur, Jawa Barat. 

Usai pasangan suami istri ini dibaptis tahun 1997 silam, aneka kegiatan rohani seperti retret selalu diikutinya, mulai Retret Awal, Retret Pelayanan hingga Retret Pohon Keluarga. "Saya sampai bosan lho ikuti retret terus," kelakar Lanny.

Selayaknya pisau yang tajam usai diasah, begitu pun iman Lanny. Dirinya merasa seperti 'kecanduan' untuk selalu mengasah imannya. Setiap ada undangan retret yang diadakan Rama Yohannes Indrakusuma CSA, selalu diikutinya.

Ibu berputra tiga orang dan tiga cucu yang masih terlihat enerjik ini semakin bertumbuh imannya. Pelbagai pelayanan doa tak lepas dari perhatiannya. Apalagi dengan usaha sang suami yakni jasa pelayanan kematian, menjadikan keimanannya semakin terasah.

Setiap hari dirinya tak lepas dari orang sakit, orang yang tengah menyongsong ajal, hingga berhadapan dengan jenazah. Melantunkan doa dan lagu pujian seolah jadi 'senjata' andalannya.

Menyatu dalam Jiwa
Kitab Injil takkan lepas dari dekapan ibu penyuka jogging ini. Akrab dengan Kitab Suci menurutnya menjadikan karunia penglihatan nya bertumbuh subur.

Suatu kali, dirinya bertugas melayani untuk mendoakan seorang yang di ambang kematian. Karena kelelahan dia merasa mengantuk hingga tidur terlelap. Tak disangka, dini hari dia seperti dibangunkan oleh bisikan suara yang mengingatkan, kalau dia belum berdoa untuk orang tersebut. 

Saat itu dia masih teringat sebuah perikop dalam Injil Lukas 23:34, Yesus berkata ‘Ya Bapa ampunilah mereka, sebab  mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’, yang dibacanya sebelum tertidur. Kutipan Injil inilah yang selalu menjadi andalannya setiap mendaraskan doa bagi orang sakit maupun mereka yang menjemput ajal.

Lanny mengakui, makin sering berdoa, kekuatan yang dimilikinya semakin kuat. Kuasa Tuhan Yesus dirasakan menyatu ke dalam jiwa dan imannya. # Didik

No comments