Header Ads

Breaking News

Umat Sambiroto Semarang Rayakan Pembukaan Bulan Maria dan Satu Sura


Kolaborasi dua tema dalam sebuah misa, itulah yang terjadi dalam misa Sabtu sore (2/10) di Gereja St Petrus, Sambiroto, Semarang. Dalam misa tersebut diadakan pembukaan bulan Maria atau Rosario, sekaligus diperingati Malam 1 Sura menyongsong tahun baru Jawa. Perpaduan ini membuahkan perayaan yang agung dan khidmat.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Rama Yohanes Gunawan Pr sebagai selebran utama, dan Rama FX Agus Suryana Gunadi Pr (Pastor Kepala) serta Rama Aloysius Budyapranata Pr ini, diawali dengan prosesi patung Maria yang ditandu oleh empat petugas. Semua petugas liturgi, seperti lektor, prodiakon, dan misdinar, termasuk para rama, mengenakan busana Jawa. 

Suasana prosesi itu begitu syahdu karena suasana dalam gereja hanya diterangi oleh nyala lilin-lilin umat. 

Selain busana Jawa, suasana satu Sura tampak saat persembahan. Ada tujuh gunungan buah-buahan dan jajan pasar diarak untuk dipersembahkan bersama roti dan anggur. Tujuh gunungan meliputi 6 gunungan kecil persembahan 6 wilayah dan satu gunungan besar persembahan paroki. Usai misa gunungan besar ini diperebutkan umat, kegiatan dinamakan ‘ngalap berkah’. Artinya mencari berkat, dalam hal ini dengan berebut jajan pasar yang telah diberkati rama.

Dalam homili, Rama Gunawan mengajak umat, sebagai orang Jawa hendaklah turut melestarikan budaya dengan cara-cara yang iman Katolik. “Dengan misa inkulturasi satu Sura ini, sebetulnya mau ditekankan Gereja senantiasa ingin melestarikan budaya lokal,” tandasnya. 

Jika dalam budaya Jawa kegiatan satu Sura ditandai dengan memandikan atau mensucikan benda-benda pusaka seperti keris, maka dalam malam satu sura ini, orang Katolik juga mensucikan benda-benda rohani, seperti Rosario, patung Maria, dll dengan pemercikan air suci. “Seluruh umat hendaknya mengangkat benda-benda rohani, seperti rosario, untuk menerima pemberkatan dari imam,” ucap Rama Gunawan. 

Setanda syukur dan persaudaraan, usai misa seluruh umat bersama para rama menikmati hidangan jajanan yang disajikan oleh para ibu paroki. # Didik


No comments